PESISIRNEWS.COM, TEMBILAHAN - Kurangnya ketersedian lahan kosong untuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS) permanen menjadi kendala utama bagi Dinas Pertamanan, Kebersihan dan Pemakaman (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk mengakomodir sampah dari masyarakat yang ada di Tembilahan.Mengingat TPS sementara yang ada pada saat ini tidak layak. Saat ini, DPKP Kabupaten Inhil sudah melakukan upaya mencari lahan kosong untuk TPS permanen dengan menyurati Camat untuk mencari dan menyediakan lokasi yang sesuai dan memadai untuk dijadikan TPS permanen.“Mencari tanah untuk lokasi TPS permanen sangat susah, kita masih terkendala persoalan itu. TPS sementara kondisinya tidak layak karna terbuka dan menimbukan bau. Untuk itu kita sudah berkoordinasi dan menyurati pihak kecamatan Tembilahan untuk mencari lokasi yang sesuai untuk pembangunan TPS permanen ini,” ungkap Kepala DKPP Eddiwan Shasby, melalui Kepala Bidang Kebersihan Erwanto saat dijumpai pesisirnews.com di ruang kerjanya, Senin (11/1/2016) kemaren.Lebih lanjutnya, Erwanto terdapat beberapa titik di Kota Tembilahan yang mempunyai produksi sampah yang tinggi setiap harinya di Kota Tembilahan. DPKP sendiri telah berupaya untuk membuat TPS sementara disekitar daerah tersebut, namun belum maksimal.“Daerah Jalan H.said, pasar pagi, simpang tiga Jalan kartini, Jalan palembang dan di depan SDN 01 merupakan tingkat sampah yang paling tinggi. Kita sudah membuat TPS sementara dengan menggunakan tong besar, namun hilang terus. Selain itu keberadaan TPS sementara yang ada saat ini diantaranya diwilayah pasar pagi, di Jalan H.Said serta di Jalan Eveda Tembilahan Kota juga tidak layak,” jelasnya.Jadi pada tahun 2016 ini, Erwanto mengatakan DKPP telah menargetkan untuk membangun TPS permanen berkoordinasi dengan camat.
(ziz)Ikuti terus perkembangan berita ini. Silahkan Klik DISINI / DISINI