PESISIRNEWS.COM, KAMPAR - Curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari ini dan ditambah dengan dibukanya pintu air waduk PLTA Koto Panjang, membuat desa-desa di sepanjang aliran sungai Kampar diterjang banjir.Desa Kualu kecamatan Tambang kabupaten Kampar yang sebahagian besar wilayahnya berada di aliran sungai Kampar kembali dilanda banjir, bahkan wilayah Tanjung Kudu yang terdiri dari dua dusun dengan sekitar 700 kepala keluarga terancam terisolasi akibat akses jalan ke kampung tersebut terancam putus.Menurut Pj Kepala Desa Kualu Jasri Karim kepada datariau.com, saat ditemui di kantornya kemarin menyatakan, bahwa pada akhir pekan lalu air sungai Kampar mulai naik dan merendam rumah serta sekitar 42 hektar lahan pertanian warga. Perkebunan warga berupa tanaman karet dan sawit tidak dapat dipanen warga, begitu juga dengan perkebunan pisang warga banyak yang hancur.Diterangkan Jasri, banjir juga mengakibatkan akses jalan menuju kampung Tanjung Kudu putus sepanjang 500 meter yaitu di jalan Bupati antara sungai Perabung dan Batang Kualu dengan ketinggian air sekitar 1,2 meter. Begitu juga dengan jalan SMP menuju Tanjung Kudu juga terendam banjir sekitar 70 centimeter, sehingga warganya terancam terisolasi kalau debit air semakin bertambah."Akses jalan menuju Tanjung Kudu putus sepanjang 500 meter, yaitu jalan Bupati antara sungai perabung dan batang Kualu dengan ketinggian air 1,2 meter, begitu juga dengan jalan SMP juga terendam banir sekitar 70 centimeter. Waega Tanjung Kudu terancam terisolasi kalau debit air itu bertambah terus," terang Jasri.Dikatakan Jasri, saat ini seluruh aparat desa dalam keadaan siaga dan selalu berkoordinasi tentang perkembangan banjir diwilayahnya, dan juga sudah melaporkan hal ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan saat ini telah mendirikan Posko Pengungsian di Balai Desa.Jasri juga mengingatkan warganya terutama yang berada di sekitar sungai Kampar untuk selalu waspada, karena setiap saat pintu waduk PLTA dapat dibuka, dan kepada orangtua untuk dapat mengawasi anaknya, dan bagi warga yang ingin mengungsi pihaknya sudah menyiapkan tempat dibalai desa."Kita minta kepada warga masyarakat terutama disekitar aliran sungai Kampar untuk selalu waspada, karena setiap saat waduk PLTA dapat saja dibuka, dan juga kepada orangtua untuk dapat memperhatikan anak-anaknya, dan bagi warga yang tidak bisa bertahan dirumahnya, pihak desa sudah menyiapkan posko pengungsi di balai desa," pesan Kades.Pantauan di lapangan, akses jalan menuju Tanjung Kudu melewati jalan SMP tidak dapat dilalui karena terendam banjir sekitar 200 meter dengan ketinggian air 70 centimeter, dan tidak dapat dilalui kendaraan. Untuk melewatinya bagi yang memakai kendaraan, maka terpaksa kendaraannya dinaikkan ke atas sampan yang sudah dipersiapkan warga dengan harga sekali jalan Rp5 ribu.
Ikuti terus perkembangan beritanya. Silahkan Klik DISINI / DISINI