BENGKALIS, PESISIRNEWS.COM - Anggota DPRD Bengkalis Dapil Rupat Abdul Kadir meminta Pejabat Pelaksana Teknis (PPTK) untuk turun ke lapangan, karena pengerjaan proyek Multiyears (MY) di Desa Sri Tanjung Kecamatan Rupat yang dikerjakan oleh PT. Mawatindo sepanjang 51 Km dengan nilai Rp490 Miliar hanya mengejar progres saja tanpa memperhatikan mutu pekerjaan."Jangan hanya progres saja yang dikejar hingga akhir tahun tetapi rekanan juga harus memperhatikan mutu pekerjaan karena temuan di lapangan banyak yang dikerjakan asal jadi," ujar Abdul Kadir saat dihubungi, Kamis (3/12/2015).Diijelaskan oleh Abdul Kadir bahwa diantara temuan yang didapatkan diantaranya pengerjaan lantai dasar dengan ketebalan 10 cm asal jadi selain retak dan berlobang juga terlihat batu kerikil yang timbul."Seharusnya lantai kerja ini benar-benar sesuai standar sebelum dilakukan pengecoran untuk lapisan kedua setebal 40 cm," jelas kadir.Selain itu juga ditemukan pemasangan giotek yang asal jadi, dimana sebelum pemasangan jalan tersebut harus dibersihkan dahulu dari kayu dan tumpukan material serta lobang sehingga pada pemasangan giotek dasar jalan rata dan kuat."Seharusnya tumpukan kayu dan material lain harus dibersihkan terlebih dahulu dan kemudian dilapis memakai base baru kemudian dipasang giotek agar dasar jalan tersebut rata dan kuat," kata Abdul Kadir lagi.
Cari berita terkait Bengkalis lainnya, Silahkan Klik DISINI / DISINISumber: Halloriau