El-Nino Datang, Kebakaran Mengancam, Pemerintah Harus Serius Lindungi Gambut

- Jumat, 30 Mei 2014 14:12 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir052014/140143523320140301_150631.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Kebakaran lahan gambut di Desa Selingsing, Medang Kampai, Dumai, Riau pada awal Maret 2014. Jika tak ada perl

BMKG memperkirakan el-nino mulai Juli 2014 . Kemarau panjang dan kekeringanini bakal memicu kebakaran lahan gambut parah. Untuk itu, pemerintah dimintaserius menyelamatkan gambut di tengah kerusakan yang begitu memprihatinkan. Jika tidak,daerah gambut seperti Sumatera, akan tertutup asap. “DampakEl-nino membuat Indonesia musim kemarau sangat panjang. Tahun lalu siklusMei-Juni. Sekarang Februari-Maret sudah ada kebarakan hutan,” kata YuyunIndradi, juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia, di Jakarta, Rabu (28/5/14).

Kemarau biasa saja, kebakahan hutan dan lahan sudah parah. Apalagi el-nino,jauh lebih mengerikan. Pengalaman el-nino 1997, emisi dikeluarkan dari lahan gambut terbakar 0,81 dan 2,57 GtC atau 13-40 persen emisi gas karbondunia dari pembakaran bahan bakar fosil.

“Melindungi gambut kaya karbon kunci mengurangi kerugian akibat kebakaranhutan.” Namun, katanya, hingga kini belum ada perlindungan hukum kuat bagiekosistem gambut.

Dia mengatakan, sepanjang Februari-Mei, tercatat 11.288 titik api diIndonesia, 75,7% atau 8.542 di lahan gambut. Sekitar 3.758 (33%) lahan gambutmoratorium. Yuyun berharap, pemerintah lebih serius melindungi gambut. “Titikapi di gambut karena perluasan perkebunan skala besar. Baik sawit maupun HTI.Padahal harusnya ekosistem gambut dilindungi. Berapapun dalam dan dimanapunletaknya,” kata Yuyun.

Menurut dia, provinsi dengan kerusakan gambut tinggi adalah Riau. Kerugiannegara akibat kebakaran hutan di  Riau Februari-Maret 2014 mencapaiRp15-Rp20 triliun. “Jumlah itu tidak sebanding dengan APBD provinsi. Keuntunganpembukaan gambut untuk investasi sangat sedikit dibanding kerugian.”

Riau merupakan provinsi diperkirakan menyimpan 40% karbon dari gambut.Setara nilai setahun lebih emisi gas rumah kaca dunia. Di beberapa titik, lahan gambut mencapai 14 meterlebih. Luas Riau hanya lima persen daratan Indonesiatetapi menyumbang 40% titik api dan hampir tiga perempat di lahan gambut.

Riau juga provinsi paling banyak memproduksi minyak sawit. Sekitar 40%minyak sawit Indonesia melalui pelabuhan Dumai di Riau. Pembukaan gambut dimassif.

Contoh, PT Rokan Adi Raya konsesi 10.500 hektar di hutan gambut dalam.Penebangan hutan antara 2009-2013 menyebabkan kebakaran hebat. Analisis landsatakhir 2013, hanya 419 hektar hutan tersisa. Penyelidikan Greenpeace Juni 2013,mendokumentasikan eskavator perusahaan tak henti membangun drainase di lahangambut.

“Pemerintah harus mengevaluasi izin dan menindak keras pelawan hukum. Izinkonsesi perusahaan membakar hutan harus dicabut.”

Pemerintah, katanya, harus mengembangkan rencana perlindungan, rehabilitasidan pengelolaan lanskap hutan dan gambut berkelanjutan. Termasuk solusiberbasis masyarakat. Pengelolaan gambut harus memastikan tak ada lagi pengeringanlahan.

Kiki Taufik,kepala Pemetaan dan Riset Greenpeace Indonesia mengatakan, meski Presiden SBYsudah mengeluarkan kebijakan moratorium, namun tidak efektif. Tak ada lembagakhusus memonitor lahan yang masuk moratorium. “Terbukti, masih melihat sebarantitik api di gambut kawasan moratorium. Perlindungan menyeluruh gambut hargamati.”.mongebay.co.id

Berita Terkait

Lingkungan

Ketua Tp PKK inhil Katerina Susanti Herman Gelar Giat Layanan Gelar Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Lingkungan

Bupati inhil Buka Workshop Dalam Rangka Hari Bhakti dokter Indonesia

Lingkungan

Pemkab Inhil Raih WTP Ke-10, Wabup Yuliantini Ajak ASN Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah

Lingkungan

Bupati inhil Dukung Reformasi Agraria

Lingkungan

Bhabinkamtibmas Desa Bakau Aceh Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Lingkungan

Polres Inhil Salurkan Paket Sembako dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80