Rekomendasi Atasi Krisis Lingkungan

- Kamis, 29 Mei 2014 13:54 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir052014/1401346746NASA-Earth-from-Outer-Space-John-Lemon.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Hasil penelitian yang rumit tak bisa menjadi solusi mengatasi masalahlingkungan global. Sebaliknyapeneliti kini dituntut untuk membuat panduan ilmiah yang tegas dan mudahdipahami yang bisa membantu dunia atasi masalah lingkungan dan perubahan iklim.

Prinsip inilah yang menjadi landasanaksi 520 ilmuwan dari 44 negara, termasuk dua peraih hadiah nobel dan 33anggota National Academy of Sciences Amerika Serikat, untuk berkumpul di NASAAmes Research Center di Mountain View, California akhir bulan lalu.

Bersama-sama mereka mengidentifikasilima masalah utama yang mengancam kelestarian ekosistem di bumi. Masalahpertama adalah perubahan iklim yang telah memicu kenaikan suhu dan permukaanair laut serta mengubah pola cuaca secara dramatis. Masalah kedua adalahancaman musnahnya spesies baik tanaman maupun hewan. Persoalan ketiga adalahkerusakan ekosistem yang terus terjadi di seluruh penjuru bumi. Masalah keempatadalah bertambahnya populasi dunia, dan masalah kelima adalah polusi.

Guna mengatasi semua masalahtersebut mereka menghasilkan konsensus sebanyak 30 halaman berjudul,“Maintaining Humanity’s Life Support Systems in the 21st Century”. Dengan ini,“kami mengirimkan alarm kepada dunia,” tulis para ilmuwan di dalam sambutankonsensus ini.

Konsensusini berisi tujuh rekomendasi mengatasi lima masalah lingkungan terbesar dunia.Aksi ini sekaligus menjawab kritik yang menyatakan bahwa hasil riset ilmiah danpenemuan para ilmuwan sulit untuk dipahami oleh industri, pembuat kebijakan danmasyarakat umum. “Dalam konsensus ini, kami, 520 ilmuwan dari seluruh dunia,membuat rekomendasi tegas yang bisa menjadi panduan bagi para pembuat kebijakanlingkungan,” ujar Anthony Barnosky, Profesor di UC Berkeley sebagai manadikutip dalam berita universitas.

Rekomendasi pertama adalah mengurangi dampak perubahan iklim dengan menekan emisi gasrumah kaca dan bersiap melakukan mitigasi perubahan iklim. Dalam tataranpraktis, konsensus ini meminta dunia untuk mengganti bahan bakar fosil dengansumber energi bersih dan terbarukan, seperti energi matahari, angin dan bahanbakar nabati.

Konsensus ini juga menyarankan duniauntuk terus memromosikan efisiensi energi pada bangunan, sektor transportasidan industri manufaktur. Dunia juga harus menjaga hutan dan mengatur penggunaanlahan yang akan memaksimalkan fungsi jasa ekosistem dan penyerapan karbon.Membuat rencana untuk mengatasi dampak perubahan iklim – seperti kenaikan airlaut dan perubahan pola produktivitas pertanian – juga harus menjadi prioritas.

Rekomendasi kedua,menghentikan rusak dan hilangnya keanekaragaman hayati. Caranya denganmenonjolkan manfaat ekonomi dari upaya perlindungan ekosistem alami dan manfaatdari upaya pencegahan peningkatan keasaman air laut, eksploitasi perikanan danalih guna hutan.

Rekomendasi ketiga adalah mengurangi dan mencegah pelepasan bahan-bahan kimia beracun kelingkungan melalui penciptaan regulasi dan pengembangan produk-produk kimiabaru – melalui riset ilmiah – yang lebih ramah lingkungan.

Rekomendasi keempat, mencegah dan memerlambat alih guna lahan yang telah mengubah 40% wajahpermukaan bumi menjadi lahan pertanian, peternakan, kota dan wilayah kumuh. Halini bisa diraih melalui upaya peningkatan efisiensi produksi pangan di wilayahpertanian, memerbaiki distribusi pangan sekaligus mengurangi limbah makanan.

Rekomendasi kelima adalah memacu tingkat pertumbuhan di perkotaan dan mencegahterciptanya kawasan pemukiman kumuh guna menjaga ruang alami yang berfungsimenopang jasa lingkungan seperti menjaga kualitas air untuk memenuhi kebutuhanmasyarakat.

Rekomendasi keenam adalah memerlambat dan menghentikan pertumbuhan populasi duniamaksimal tidak lebih dari 9 miliar jiwa dan menguranginya menjadi 7 miliar jiwapada 2100. Caranya adalah dengan memastikan akses ke edukasi, peluang ekonomidan layanan kesehatan, termasuk layanan keluarga berencana dengan perhatiankhusus pada hak-hak perempuan.

Rekomendasi ketujuh, mengurangi eksploitasi sumber daya alam terutama di negara maju dengancara memromosikan perubahan perilaku konsumsi yang lebih ramah lingkungan danberkelanjutan.

Semua rekomendasitersebut bisa dibaca dalam situs MillenniumAlliance for Humanity and the Biosphere(MAHB). “Cara kita melakukanmitigasi dan mengelola dampak lingkungan yang saling terkait ini akanmenentukan kualitas hidup manusia pada dekade-dekade mendatang,” ujar Barnosky. hijauku.com

Berita Terkait

Lingkungan

Ketua Tp PKK inhil Katerina Susanti Herman Gelar Giat Layanan Gelar Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Lingkungan

Bupati inhil Buka Workshop Dalam Rangka Hari Bhakti dokter Indonesia

Lingkungan

Pemkab Inhil Raih WTP Ke-10, Wabup Yuliantini Ajak ASN Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah

Lingkungan

Bupati inhil Dukung Reformasi Agraria

Lingkungan

Bhabinkamtibmas Desa Bakau Aceh Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan

Lingkungan

Polres Inhil Salurkan Paket Sembako dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80