PEKANBARU, PESISIRNEWS.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan diminta melaksanakan fogging (pengasapan) secara sistematis, di sejumlah kawasan yang dianggap rawan berkembangbiaknya nyamuk penyebar demam berdarah dengue (DBD)."Saat ini cuaca tak menentu, kadang hujan kadang panas, faktor seperti ini salah satu yang membuat berkembangnya Nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti), jadi perlu antisipasi. Fogging juga jangan hanya dilakukan setelah jatuhnya korban," kata Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru H Marlis Kasim, Jumat (20/11/2015).Diakui Marlis, memang tidak mungkin semua daerah dilakukan fogging karena itu akan mubazir dan tidak efektif. Tapi setidaknya, menurut dia harus ada perhatian khusus terhadap daerah-daerah yang rawan DBD.Politisi PKB ini juga mengungkapkan, beberapa kasus DBD memang kerap terjadi namun luput dari perhatian Dinas Kesehatan atau pihak Puskesmas. Hal itu juga karena minimnya pengetahuan masyarakat soal gejala BDB."Sebagian masyarakat sering menganggap kalau demam yang mereka alami hanya demam biasa. Karenanya, kita berharap penyakit DBD berikut pencegahan perkembangan nyamuk pembawa DBD benar-benar tersosialisasi dengan baik ke tengah-tengah masyarakat," tuturnya.Ditambahkan Marlis, Dinas Kesehatan, harus tanggap dan tidak terkesan tutup mata terhadap masih tingginya korban DBD di Kota Pekanbaru. "Perhatian khusus harus diberikan kepada daerah-daerah rawan DBD. Terutama di daerah-daerah yang kondisi sanitasi, drainase atau parit yang kurang baik," pungkasnya.
(*)Sukai Fan Page Facebook Pesisirnews.com, untuk mendapatkan berita terbaru. Silahkan Klik DISINI / Follow twiter klik DISINI