PEKANBARU, PESISIRNEWS.COM - Titik panas (hotspot) di Provinsi Riau, Sabtu (26/2015) kembali terpantau nihil. Kondisi ini sudah berlangsung dalam beberapa hari belakangan. Namun, sejumlah kota di Riau masih diselimuti Kabut asap.Dari pantau satelit Terra dan Aqua, pagi ini jumlah hotspot kembali meningkat di Sumatera, dimana hotspot terbanyak masih terjadi di Sumsel dengan 55 titik. Diikuti lampung 12 titik dan Babel 3 titik serta Sumut 1 titik.Masih terjadinya Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Sumsel memicu terjadi kabut asap cukup pekat di Riau. Karena asap akibat karlahut diwilayah selatan Sumatera terbawa angin yang bergerak ke tenggara dan utara. Tak pelak, pagi ini jarak pandang disejumlah daerah menjadi terbatas akibat diselimuti asap. Untuk Kota Pekanbaru, jarak pandang hanya 1.000 meter, Dumai 2.000 meter.Sementara kondisi terparah terjadi di Rengat dimana jarak pandang hanya 50 meter. Begitu juga di Pelalawan dimana jarak pandang 200 meter.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger mengatakan, dalam operasi pemadaman kebakaran yang dilakukan pihaknya, sudah cukup berhasil. Sehingga jumlah titik api tidak terpantau lagi dalam beberapa hari belakangan."Alhamdulilllah kondisi kebakaran lahan sudah jauh menurun bahkan dalam beberapa hari ini nihil," ujarnya.Mengenai kabut asap yang masih menyelimuti beberapa kabupaten dan kota di Riau, Edwar menyebut kabut asap tersebut kiriman dari Jambi dan Palembang."Kabut asap yang terjadi di Pekanbaru dan beberapa kabupaten lain di Riau itu kiriman dari Jambi dan Sumsel, karena disana masih banyak terjadi kebakaran lahan, arah angin bergerak dari selatan kearah Provinsi Riau, makanya kita diselimuti asap," tandasnya.Secara umum cuaca wilayah Provinsi Riau Cerah Berawan disertai Kabut Asap. Peluang hujan dengan intensitas ringan tidak merata disertai petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari terjadi di Wilayah Riau bagian Utara dan Barat. ***Sumber: HalloRiau.com