Kasus DBD Semakin Meningkat di Bengkalis, Pj Bupati Berang

- Jumat, 18 September 2015 20:39 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092015/pesisirnews_Kasus-DBD-Semakin-Meningkat-di-Bengkalis--Pj-Bupati-Berang.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ahmad Syah.
BENGKALIS, PESISIRNEWS.COM - Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie merasa kecewa mendengar adanya laporan warganya yang mengatakan Dinas Kesehatan (Dinkes) terkesan lambat dalam menangani kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang jumlah kian meningkat. Terutama dalam melakukan pengendalian melalui fogging.Pasalnya, sesuai laporan warganya itu, untuk melakukan fogging di kawasan yang jelas-jelas sudah ada korban yang terserang penyakit mematikan yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti, dilakukan setelah ada laporan dari pihak RSUD Bengkalis.Akibat menunggu, ada kawasan yang baru dilakukan fogging pasca penderitanya pulang ke rumah setelah memperoleh perawatan beberapa hari di RSUD Bengkalis.Sementara di tempat lain, meskipun sudah diminta masyarakat, petugas Dinkes mengatakan tidak bisa memenuhinya dengan dalih belum ada laporan dari RSUD Bengkalis.Terkait dengan itu Ahmad Syah kembali mengintruksikan Dinkes, khususnya Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Lingkungan, untuk proaktif. Tidak Cuma menunggu, harus jemput bola. "Kalau memang sudah ada laporan warga, segera tindaklanjuti dan lakukan fogging, agar jumlah penderita tidak bertambah," ujar Ahmad Syah, Jumat (18/9/2015).Begitu dengan pihak RSUD, kata Ahmad Syah, juga sudah instruksikan Direktur RSUD Bengkalis dan Kecamatan Mandau, Camat, Kepala Desa maupun untuk pro aktif melaporkan kepada Dinkes atau UTP Puskesmas Dinkes di masing-masing kecamatan, jika mengetahui ada warga yang terindikasi atau terserang DBD."Pokoknya semua harus saling berkoordinasi dan berkomunikasi. Sama-sama mesti jemput bola. Harus sama-sama bertindak cepat dan tepat. Tidak usah saling menunggu, apalagi saling menyalahkan. Kita tidak ingin ada korban jiwa karena terlambat dalam bertindak," pesan Ahmad Syah.Sementara itu berdasarkan keterangan warga yang keluarganya di rawat di RSUD Bengkalis, dalam beberapa hari jumlah penderita DBD yang dirawat di Rumah Sakit di Jalan Kelapapati Tengah itu, setiap hari terus bertambah."Saat ini semua kamar di RSUD Bengkalis penuh. Dari jumlah pasien yang dirawat di sana, umumnya penderita DBD," ujar sejumlah sumber yang berhasil dirangkum.Di bagian lain juga diperoleh informasi, di sekitar Gang Karet, Gang Pisang dan Gang Kenanga Jalan Pertanian Bengkalis, jumlah penderita DBD terus bertambah. Saat ini sudah ada 6 warga yang terserang. Seorang dewasa dan 5 orang anak-anak. Padahal sekitar 3 hari sebelumnya hanya 3 orang. (bud)


Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Obat Penurun Berat Badan dan Diabetes Tipe 2 Bisa Bantu Kurangi Risiko Serangan Jantung

Lingkungan

4 Tanda Penyakit Jantung yang Bisa Anda Lihat pada Mata

Lingkungan

Pengedar Shabu Diringkus Di Tempuling Kab Inhil

Lingkungan

Pedagang Sapi di Negara Ini Jual Daging Sapi Terinfeksi Bekerja Sama dengan Insinyur Pertanian

Lingkungan

Daftar Penyakit Yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Lingkungan

Pasangan Perlu Tahu: Ini Penyakit yang Dapat Disembuhkan Melalui Hubungan Suami-Istri