Meski Titik Api Nihil, Penjabat Bupati Ingatkan Camat dan Kades Waspada Ancaman Karhutla

- Senin, 07 September 2015 00:54 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092015/pesisirnews_Meski-Titik-Api-Nihil--Penjabat-Bupati-Ingatkan-Camat-dan-Kades-Waspada-Ancaman-Karhutla.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ahmad Syah Harrofie

BENGKALIS – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Minggu (6/9/2015) pagi, menyebutkan bahwa satelit Tera dan Aqua mendeteksi tiga hot spot (titik panas) di Provinsi Riau.

Menurut kepala BMKG Pekanbaru Sugarin, ketiga hot spot yang terpantau tersebut tersebar di Pelalawan dua titik dan Indragiri Hulu satu titik. Sementara di daerah lain di Riau, termasuk Kabupaten Bengkalis, tidak terdeteksi adanya hot spot.

Meskipun di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini tidak terdeteksi titik api, Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie tetap mengintruksikan jajarannya, khusus pada pemerintahan kecamatan dan desa/kelurahan di daerah ini, agar tetap waspada terhadap ancaman  kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Selain melakukan langkah-langkah antisipasi untuk pencegahan agar tidak terjadi Karhutla, seluruh Camat dan Kepala Desa/Lurah juga sudah kita instruksikan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Segera melakukan pemadaman, berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait dan melaporkan bila di wilayahnya terjadi Karhutla," jelas Ahmad Syah, Minggu petang.

Sementara itu dan meskipun di daerah ini tidak terdapat titik api, pada Minggu ini sepanjang hari, khususnya di ibukota Kabupaten Bengkalis masih diselimuti kabut asap. Bahkan secara kasat mata, semakin pekat dibandingkan sehari sebelumnya.

Sayangnya, masyarakat tidak dapat mengetahui keadaan kualitas udara di ibukota kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini. Pasalnya, alat pengukur dan pemberi informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang terpasang di pintu masuk Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis di Jalan Pertanian Bengkalis, sejak Sabtu (5/9/2015) PAGI kemarin hingga sekitar pukul 16.30 WIB Minggu petang ini tidak 'dihidupkan'.

"Sebagaimana hari Sabtu, hingga petang ini alat pengukur ISPU di BLH tersebut mati, sehingga kami tidak mengetahui kualitas udara di Kota Bengkalis sesungguhnya. Kami berharap meskipun hari libur alat pengukur ISPU tersebut tetap dapat difungsikan," harap sejumlah warga yang mengaku setiap hari melintas di Jalan Pertanian.

Terlepas dari tidak berfungsinya alat pengukur ISPU di BLH Kabupaten Bengkalis, Ahmad Syah tetap mengimbau warganya untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Atau menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah. Hal ini terkait kabut asap yang masihi melanda daerah ini yang diduga lebih banyak merupakan asap kiriman dari daerah lain.

"Meskipun tidak separah daerah lain, seperti di Pekanbaru, sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar rumah. Demikian juga untuk yang beraktivitas di laut. Gunakan suar tanda lampu darurat bila sedang ada kabut asap kuat, atau membatasi aktivitas untuk mencegah kecelakaan," pesan Ahmad Syah kepada warganya, sebagaimana juga telah disampaikannya pada Selasa (1/9/2015) lalu.(Bud)

Berita Terkait

Lingkungan

Milad ke-18 UNISI, Momentum Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pembangunan Daerah

Lingkungan

Bhabinkamtibmas Desa Bekawan Koordinasi Pendataan Lahan Jagung

Lingkungan

Ketua Tp PKK inhil Katerina Susanti Herman Gelar Giat Layanan Gelar Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Lingkungan

Bupati inhil Buka Workshop Dalam Rangka Hari Bhakti dokter Indonesia

Lingkungan

Pemkab Inhil Raih WTP Ke-10, Wabup Yuliantini Ajak ASN Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah

Lingkungan

Bupati inhil Dukung Reformasi Agraria