Upaya Arab-Israel Mengatasi Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Suhu di Timur Tengah

- Jumat, 10 Maret 2023 11:25 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir032023/_8993_Upaya-Arab-Israel-Mengatasi-Dampak-Perbahan-Iklim-dan-Kenaikan-Suhu-di-Timur-Tengah.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Peningkatan suhu di kawasan Timur Tengah. (Reuters)

ABU DHABI (Pesisirnews.com) - Timur Tengah adalah salah satu kawasan yang paling terpukul oleh kenaikan suhu di seluruh dunia. Jika perjuangan melawan pemanasan global masih belum berjalan secara efektif maka kawasan itu akan paling menderita dalam jangka panjang.

Pada tahun 2021, Israel, Uni Emirat Arab, dan Yordania menandatangani Kesepakatan Biru Hijau yang menyediakan ekspor air bersih Israel ke Yordania dengan imbalan energi matahari.

UEA juga mendukung kesepakatan tersebut dengan membangun ladang tenaga surya baru di Yordania dan jalur transmisi baru untuk terhubung dengan Israel.

Selain itu, pada September 2022, Israel dan Maroko menyimpulkan perjanjian kerja sama komprehensif, termasuk kolaborasi hidrogen, tenaga surya, dan baterai.

Langkah tersebut, selain memberikan manfaat ekonomi antar negara, juga untuk menekan dampak dari perubahan iklim yang lebih buruk.

Universitas Zayed Uni Emirat Arab dan Universitas Haifa Israel pada 2021 juga telah menandatangani Nota Kesepahaman untuk meneliti bidang terkait iklim, sumber daya alam dan ilmu kelautan.

Lembaga-lembaga tersebut juga sepakat untuk mengadakan proyek penelitian, lokakarya, dan seminar bersama.

Kerja sama dalam upaya penanggulangan perubahan iklim di kawasan itu, disebut dalam laman Diplomatic Courier, yang dilansir Jumat, tak terlepas dari perjanjian normalisasi diplomatik yang dikenal luas sebagai Abraham Accords oleh Israel dan UEA, yang diikuti negara-negara Arab lainnya seperti Sudan dan Maroko.

Namun masih disayangkan Arab Saudi belum memutuskan menormalisasi hubungannya dengan Israel.

Pada awal 2023, menteri luar negeri Saudi, Pangeran Faisal Bin Farhan Al-Saud, menyatakan bahwa negara Palestina diperlukan untuk normalisasi hubungan Arab Saudi dengan Israel, dan keadaan itu masih jauh dari tercapai.

[br]

Padahal, menurut pemerhati lingkungan, meskipun masalah Palestina-Israel sulit diselesaikan, akan tetapi kerja sama yang solid antara negara-negara Arab dengan Israel dalam mengatasi perubahan iklim juga tak kalah penting untuk keberlangsungan kawasan.

Untuk itu, menurut pengamat, Arab Saudi diharapkan dapat mencari pendekatan diplomatik lainnya agar bisa terlibat secara bersama-sama dengan negara-negara Arab di kawasan itu, dalam upaya mengatasi perubahan iklim.

Terlebih, Israel memiliki kemajuan di bidang Iptek yang mengungguli dari negara-negara di kawasan Timur Tengah, bahkan dunia.

Israel juga menyatakan bersedia berbagi keunggulan teknologinya dengan negara-negara yang ada di kawasan Timur Tengah, untuk diaplikasikan dalam upaya menekan dampak perubahan iklim yang terjadi di kawasan tersebut.

(PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Tanda Tanda Akhir Zaman, Mengungkap Fakta Tanda Tanda Kiamat di Arab Saudi & Israel

Lingkungan

Ubah Citra Ultra-Konservatif, Arab Saudi akan Kirim Astronot Wanita Pertama ke Luar Angkasa

Lingkungan

Wajib Diketahui Calon Pekerja Migran Indonesia: Arab Saudi Berlakukan Tes sebelum Berikan Visa

Lingkungan

WHR 2023: Israel Bertahan di Urutan ke-4 Negara Paling Bahagia di Dunia, Afghanistan Paling Tidak Bahagia

Lingkungan

Banjir Bandang Terjang Wilayah Selatan Arab Saudi, 4 Orang Anak Jadi Korban

Lingkungan

Profesor Israel Ungkap Hubungan Mesra Iran-Israel sebelum Jadi Musuh Bebuyutan