CHANTHABURI, Pesisirnews.com - Sekelompok pekerja berjumlah sekira 6-7 orang lari ketakutan ketika perkebunan sawit tempat mereka bekerja tiba-tiba diserbu segerombolan gajah liar.
Laporan segera disampaikan ke petugas berwenang, dan dengan bergegas Petugas Administrasi beserta relawan dari Wild Elephant Watchdog mendatangi perkebunan sawit yang berada di Distrik Khao Khitchakut Di Chanthaburi, Thailand.
Melansir tna.mcot.net yang mengutip Kantor BeritaThailand, Sabtu (15/8/2020), petugas dan relawan kemudian menyiapkan strategi untuk menghalau kawanan gajah liar keluar dari area tersebut.
Setelah keadaan berlangsung kondusif, ditemukan banyak pohon sawit yang rusak bertumbangan akibat amukan gajah liar tersebut.
[br]
Menurut Damrong Khanasamrit yang menjadi kepala pengawas perkebunan itu mengatakan, bahwa penyebab kawanan gajah liar menyerbu perkebunan sawit diduga karena di hutan terluar dekat dengan perkebunan sawit, makanan gajah liar itu tidak lagi mencukupi. Apalagi populasinya terus bertambah, dan area hutan yang semakin menyempit.
Damrong menuturkan, dari pengamatan tingkah laku gajah liar itu berbeda dengan kawanan gajah liar di masa lalu, dimana gajah yang lebih muda kini jauh lebih agresif.
"Dulu, hanya gajah dewasa yang memiliki kekuatan lebih besar yang menghancurkan pohon-pohon sawit. Kini gajah muda jau lebih agresif merusak pohon sawit. Padahal gajah dewasa dapat dengan mudah merubuhkan sebatang pohon sawit yang berukuran besar dan berusia tua," ujarnya.
Adapun setelah kepergian rombongan gajah liar itu, petugas menemukan lebih dari 100 batang pohon sawit tumbang dan rusak, dan belum ditaksir berapa kerugian yang ditimbulkannya.
Sementara itu para bekerja masih belum berani untuk kembali bekerja di areal perkebunan itu. Untuk sementara mereka masih dikawal oleh pihak berwenang dan relawan yang dibekali dengan senjata.
Sumber : tna.mcot.net