BANJAR, Kepedulian akan kondisi sungai khususnya sungai Ciroas ditunjukan oleh para lembaga/komunitas pemerhati sungai dengan melakukan kegiatan "SUSUR SUNGAI", kegiatan sendiri dilaksanakan hari Sabtu - minggu (14-15/12/2019), tujuan dari kegiatan susur sungai untuk mengetahui kondisi sungai sungai yang ada di kota Banjar yang memang memerlukan perhatian yang serius.
BACA. JUGA. :Polres-Rohil-Gelar-Apel-Pasukan-Ops-Lilin-Muara-Takus-2019
Salah satu pemerhati sungai dari Komunitas Citanduy Lestari (KONCI) Deni Noviandi , ST ketika di hubungi Via WhatsApp,Rabu(18/12/2019), kegiatan Susur Sungai merupakan kegiatan dalam rangka upaya pengendalian pencemaran dan peningkatan kualitas air, khususnya air sungai Ciroas agar tetap berfungsi sesuai peruntukannya.
BACA. JUGA :PUSTU-kampung-Baru-Concong-Sosialisasi-Buku-KIA-Stunting-dan-Pola-Hidup-Bersih-dan-Sehat--PHBS-
" Tujuan kita jelas kami prihatin melihat kondisi sungai - sungai yang ada di kota Banjar dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai," kata Deni,
Dalam kegitan Susur Sungai sendiri Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar bekerja sama dengan forum Komunitas Citanduy Lestari (Forum Konci Lestari),Komunitas senja Ciroas, LGI, Forum Fakar, Komunitas OI, dan Karang Taruna Kota Banjar.
Susur sungai yang di awali dari Sungai Ciroas ini merupakan Program Kali Bersih (Prokasih). Kegiatan Susur sungai sendiri dimulai dari Hulu sungai Dusun Priagung Desa Binangun Kecamatan Pataruman sepanjang 13 Km sampai hilir yg berada di jembatan Ciroas/Pintu Klep Ciroas yg berada di daerah pasar induk Kota Banjar kelurahan pataruman.
[ADNOW]
Lanjut Deni, kegiatan susur sungai DLH bersama Para Komunitas peduli sungai merupakan yang pertama kali dilaksanakan selama 2 (dua hari) dengan cara menyusuri sungai Ciroas.
"Selama penulusuran banyak yang kami temuin permasalahan permasalahan di lapangan," ujarnya
Deni juga mejelaskan sungai yang seharusnya bersih tapi fakta di lapangan tumpukan sebaran sampah dimana mana, limbah produksi,Inprastruktur sarana prasarana sumber daya air yg rusak, buangan MCK penduduk yang langsung ke Sungai Ciroas.
" Disini jelas sekali pola pemberdayaan masyarakat begitu penting terutama dalam merubah karakter biar peduli ke lingkungan," jelasnya
[ADSENSE]
Menurutnya selain dari segi konsepnya yang memang harus benar pagu pemberdayaan masyarakatnyapun harus berjalan. Kegiatan Prokasih dilaksanakan secara berkelanjutan sinergitasnya dari Unsur Pemerintah, Komunitas Peduli Sungai dan Unsur Masyarakat Kota Banjar.
Deni juga berharap lewat penelusuran Sungai melalui Prokasih ini dapat menjadi kegiatan yg berdampak positif, sekaligus sebagai langkah awal penanganan sehingga bisa mengembalikan fungsi sungai sebagai peruntukan nya, sehingga sungai-sungai yang ada, dapat terjaga lingkungan dan habitatnya, yang bisa dikembangkan tidak hanya untuk irigasi.
[MGID]
" Melalui sungai banyak hal yang bisa dikembangkan selain wisata edukasi, konservasi, dan lain sebagainya sehingga akan membawa manfaat bagi masyarakat banyak," pungkasnya.(nier/Lies)