Mengabdi Sebagai Seorang Guru Honor Jauh Dari Kata Sejahtera,Digaji Rp 160 Ribu Dibayar Sekali Tiga Bulan

Haikal - Kamis, 28 November 2019 19:14 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir112019/8682_Mengabdi-Sebagai-Seorang-Guru-Honor-Jauh-Dari-Kata-Sejahtera-Digaji-Rp-160-Ribu-Dibayar-Sekali-Tiga-Bulan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
MENGAJAR: Diana Normiati, guru honorer sekolah di SDN 18 Lubuk Kedang, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, sedang mengajar siswa siwi di sekola

PESISIRNEWS.COM, SINTANG-MengabdiSebagai Guru Honorer Sekolah Jauh Dari Kata Kesejahteraan,Seperti yang dialamioleh Diana Normiati, guru honorer di SDN 18 Lubuk Kedang, Kecamatan KetungauTengah, Kabupaten Sintang.

Belasantahun menjadi guru honorer, Diana hanya menerima honor Rp 160 ribu setiapbulan. Itu pun, dibayar tiga bulan sekali.

BACA JUGA ;Investor-Asal-Malaysia-Hengkang-Dari-Tol-Cipali

BACA JUGA ;Meriah--KKSS-Adakan-Maulid-Nabi--Dihadiri-Wakil-Bupati-Inhil

"Honor sayaperbulannya hanya Rp 160 ribu rupiah. Rutin. Cuma bayarnya 3 bulan sekali,"ungkap Diana kepada Tribun Pontianak, melalui pesan WhatsApp, Senin(25/11/2019).

Diana, masihingat betul pertama kali menjadi guru honorer.

Tepatnya 16Juli 2007. Sampai pada saat ini, dia tetap menjadi honorer.

Semula,Diana sama sekali tidak bercita-cita menjadi seorang guru.

Namun, saatitu Kepala Sekolah SDN 18 Lebuk Kedang memintanya untuk membantu mengajar disekolah.

PertimbanganKepsek saat itu, Diana satu-satunya putri daerah setempat yang sudahmenyelesaikan sekolah SMA.

[MGID]

Masa itu,sekolah di SDN Nanga Kelapan sangat kekurangan guru. Infrastruktur yang buruk,kata Diana membuat guru dari luar tidak ada yang mau bertugas ke desanya.

"Dulu, SD diDesa Nanga Kelapan sangat kekurangan guru. Hanya beberapa orang saja,"ungkapnya.

Sebagaiputri daerah setempat, Diana tergugah melihat kondisi tersebut.

Keprihatinanitu dijadikan alasan kuat Diana menerima tawaran

Kepsek untukmembantu mengajar sebagai tenaga honorer.

"Di sekolahbisa mengajar sampai 2 kelas 1 guru. Sejak itu saya sangat prihatin dengananak-anak," ujar Diana.

Dianaakhirnya menjadi guru honorer.

Semenjakmerasakan menjadi seorang guru, Diana menjadi termotivasi dan mencintai profesiguru.

Kemudian,dia melanjutkan pendidikan SI.

"Dari situhati saya terpanggil untuk menjadi guru. Meskipun dengan keterbatasanpengetahuan yang saya miliki pada saat itu dengan honor yang seadanya. Sayatermotivasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan saya dengan melanjutkanpendidikan saya ke S1. Semua itu saya lakukan semata untuk memberikanpengetahuan yang lebih banyak lagi kepada peserta didik saya," cerita Diana.

Selamamenjadi honorer, Diana hanya menerima honor Rp 160 ribu rupiah perbulan.

Sangat jauhdari kata layak.

Terlebih,honor itu diberikan setelah tiga bulan sekali.

Tentu honoritu tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup Diana.

"Kalaudilihat dari jumlahnya ya tidak cukup. Tapi saya kadang dapat 500 ribu, ambilpelajaran tambahan," katanya.

[ADNOW]

12 tahunmenjadi guru honorer, Diana juga ingin mendapat kesejahteraan yang layak.

Tahun lalu,Diana mencoba peruntungan dengan mendaftarkan diri ikut CPNS.

Sayangnya,dia gagal menjadi abdi negara.

StatusDiana, kembali ke guru honorer.

"Dari tahun2007, sampai sekarang saya masih menjadi guru honorer," ungkap Diana.

Diana akantetap bertahan menjadi guru honorer meski gajinya cekak.

Warga DesaNanga Kelapan ini ingin menjadi bagian dari mencerdaskan anak bangsa.

"Saya akanbertahan. Meski honornya kecil, saya puas karena bisa berbagi ilmu. Tidak adagunanya kalau punya ilmu hanya untuk diri sendiri. Lebih baik diajarkan," ujarDiana.

Tahun ini,Diana kembali menjajal mendaftar CPNS untuk kedua kalinya.

Diamengambil formasi guru kelas di SDN 34 Sungai Enteli.

"Sayaberharap ada rezeki dan berharap juga dengan pengabdian saya ini bisadiperhatikan sama pemerintah. Mudah mudahan Tuhan berpihak pada saya untuklulus CPNS," doa Diana.

BantuInsentif 100 Ribu Per Bulan

Mulai tahun2019, Pemerintah Kabupaten Sintang sudah berupaya membantu kesejahteraan GuruTidak Tetap (GTT) dengan mengalokasikan dana untuk insentif.

Tidak besar.Dalam satu bulan, guru honorer sekolah dibantu pemerintah per bulanya Rp 100ribu rupiah.

"Kebijakandaerah untuk menambah penghasilan GTT melalui RKA Disdikbud, para honorertersebut diberikan insentif, perbulan 100 ribu rupiah," kata Kepala DinasPendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar kepada TribunPontianak.

MenurutLindra, saat ini pihaknya sudah melakukan validitasi data para guru honorer(GTT) yang mengajar di SDN/SMP yang selama ini di SK kan oleh kepala sekolahmasing-masing.

Sekarangkata Lindra, para honor GTT sudah di SK kan langsun goleh Kepala Dinas.

"Gunanyasebagai salah satu persyaratan untuk mengurus NUPTK," ungkapnya.

Besaranhonor guru GTT kata Lindra, bervariasi. Antara Rp 300 ribu sampai dengan Rp 1 jutarupiah.

Tergantungkemampuan biaya oprasional sekolah masing-masing.

"Honornyatetap dibiayai dari dana sekolah. Besaran tergantung kemampuan biayaoperasional sekolah masing-masing. Besarnya BOS tergantung jumlah siswa," sebutLindra.

SekretarisDisdikbud Kabupaten Sintang, Yudius menambahkan ada 1000 lebih Guru Tidak Tetap(GTT) di Kabupaten Sintang.

Untukpemberian insentif tersebut, diberikan kepada guru honorer minimal dua tahunmengajar

"Kalauinsentif tentu guru yang sudah dua tahun minimal mengajar. Kebijakan itu sudahberjalan. Hanya belum cair saja," ungkap Yustinus.

BupatiSintang, Jarot Winarno mengatakan meski jumlah bantuan kepada GTT tidak besarnamun pemerintah sudah berupaya untuk memperhatikan kesejahteraan guru honorer.

"Satu bulan100 riubu rupiah. Diambil dua kali. Satu tahun 1,2 juta. Tidak besar, tapi inibentuk upaya pemerintah membantu GTT, meski di tengah keterbatasan keuangandaerah," kata Jarot.

Minta DataJumlah Guru

Ketua DewanPerwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny memintakepada para kepala sekolah untuk mendata dengan baik kebutuhan guru, termasukdinas pendidikan.

"Kedepankepala sekolah mohon data yang baik, tentang kebutuhan guru, dan coba nantiditingkat kabupaten kita akan mendorong lewat dinas pendidikan," kata Ronny.

Dari datatersebut, sebaran guru GTT maupun Guru Honor Daerah (Honda) akan terlihat.

Selain itu,dari data sebaran guru tersebut, juga akan diketahui jumlah kekurangan guruatau pun tingkat pemerataan guru.

"Persoalanini memang harus digenahkan sentral, mulai dari data dulu, setelah itu, berapasih jumlah guru honor daerah, apakah penyebab kekurangan guru, apakahpemerataan guru yang numpuk di satu daerah, atau memang kekurangan," jelasRonny.

Apabilakekurangan guru, DPRD kata Ronny pasti akan membantu mengalokasikan dana untukkesejahteraan guru honorer, termasuk dengan membuka formasi guru kontrak daerahdaerah.

"Kalaumemang kekurangan, DPRD pasti akan sepakat untuk bagaiamana mengalokasikan danauntuk kesejahteraan guru, tapi kalau nanti ditemukan ternyata tidak kurang,namun hanya numpuk, maka kita minta di

dinasmemeratakan guru ada," tukasnya.

Sumber :https://pontianak.tribunnews.com


Tag:

Berita Terkait

Lingkungan

Kapolda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat

Lingkungan

Sekda Inhil pimpin upacara Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau

Lingkungan

HM Yusuf Siad Anggota Komisi II DPRD Inhil Dapat Amanah Membacakan Visi Dan Misi Pada Hari Jadi Provinsi Riau Ke 69

Lingkungan

Serangan Monyet Belum Mereda, PW IWO Riau Dorong Pemerintah Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak

Lingkungan

Bupati Inhil dan Kapolda Riau Laksanakan Running Man di Kota Tembilahan

Lingkungan

Kapolda Riau Lakukan Kunjungan Kerja ke Inhil, Disambut Bupati dan Forkopimda