(Pesisirnews.com) - Ada anggapan sebagian orang bahwa hasrat dan ekspektasi seksual kaum pria lebih besar jika dibandingkan dengan wanita. Anggapan ini mungkin berkaitan dengan peran sosial laki-laki yang dinilai lebih dominan di dalam masyarakat dibanding wanita.
Terkait perspektif dari sebagian orang tersebut, Edward Otto Laumann, seorang sosiolog Amerika dan Profesor dari Departemen Sosiologi di Universitas Chicago memberikan penjelasan yang lebih dekat dengan dunia sosiobiologi.
Menurut Laumann, pria secara insting memiliki keinginan berhubungan seks untuk meneruskan materi genetik mereka.
Sebaliknya, wanita mungkin terprogram untuk memilih pasangan mereka dengan hati-hati, karena merekalah yang bisa hamil dan akhirnya merawat bayi.
Mereka juga cenderung lebih menyesuaikan diri dengan kualitas hubungan karena mereka menginginkan pasangan yang akan tinggal bersama untuk membantu merawat anak.
Selain itu, wanita juga lebih cenderung memilih pria dengan sumber daya yang lebih besar untuk dapat menghidupi anak.
[br]
Ilustrasi: (Kredit via Times of India)
Adapun Roy F. Baumeister, seorang psikolog sosial Amerika dalam analisanya menemukan praktik dan keinginan seksual wanita lebih dipengaruhi oleh lingkungan mereka daripada pria.
Beberapa poin yang dicatat Baumeister dari hasil pengamatannya terkait sikap, praktik, dan keinginan seksual wanita yang dipengaruhi oleh lingkungan, yakni:
• Sikap wanita terhadap kemauan untuk melakukan berbagai praktik seksual lebih mungkin berubah dari waktu ke waktu.
• Wanita yang agamais cenderung tidak memiliki sikap permisif tentang seks. Sementara pria tidak selalu menunjukkan hubungan antara urusan keagamaan dengan sikap seks mereka.
• Wanita lebih mudah dipengaruhi oleh sikap kelompok sebaya mereka dalam keputusan mereka tentang seks.
• Wanita dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi umumnya lebih terbuka dan lebih mungkin untuk melakukan banyak variasi praktik seksual seperti seks oral, dll.
• Wanita lebih mungkin dibandingkan pria untuk menunjukkan ketidakkonsistenan antara nilai-nilai yang mereka ungkapkan tentang aktivitas seksual seperti seks pranikah dan perilaku mereka yang sebenarnya.
[br]
Ilustrasi: (Kredit via Marriage Missions)
Sedangkan menurut psikoterapis New York, Esther Perel, keinginan wanita dalam urusan seksual lebih kontekstual, lebih subjektif, lebih berlapis pada kisi-kisi emosi.
Sebaliknya, pria tidak perlu memiliki imajinasi sebanyak itu, karena seks lebih sederhana dan lebih mudah bagi mereka.
Itu tidak berarti pria tidak butuh keintiman, cinta, dan koneksi dalam suatu hubungan seperti yang dilakukan wanita. Mereka hanya memandang peran seks secara berbeda.
"Wanita ingin bicara dulu, terhubung dulu, lalu berhubungan seks. Bagi pria, seks adalah koneksi. Seks adalah bahasa yang digunakan pria untuk mengekspresikan sisi cinta mereka. Itu adalah bahasa keintiman mereka,†jelas Perel.
[br]
Kesimpulan:
- Pada kenyataannya, wanita juga menginginkan seks yang hampir sama banyaknya dengan pria.
- Hanya saja mereka cenderung tidak menginginkan seks yang buruk, dan berlalu begitu saja seperti kebiasaan banyak pria yang ‘mendengkur’ setelah mencapai puncak kenikmatan hubungan intim.
- Oleh karena itu para ahli berpendapat sebaiknya pria perlu merasa terhubung dengan pasangannya agar dapat melakukan hubungan seks yang baik.
- Menurut para ahli, agar cinta dan nafsu dapat bertahan, Anda perlu hadir secara emosional, fisik, dan intelektual.
Ilustrasi: (Kredit via The Modern Man)
Itulah beberapa faktor faktor yang memengaruhi dorongan seksual wanita menurut para Ahli. Hal lain yang tak kalah penting, yakni Anda juga harus membicarakan setiap hal yang berkaitan dengan hubungan seks dengan pasangan. (PNC)