Pesisirnews.com - Masing-masing orang memiliki caranya sendiri untuk melampiaskan hasrat seksualnya, termasuk salah satunya dengan menggigit kemaluan pasangannya saat berhubungan seksual.
Tindakan ini, asalkan dilakukan secara wajar, tidak sampai menyebabkan luka, dan dengan tetap menjaga kebersihan diri yang baik (kebersihan mulut maupun kemaluan) tentu boleh-boleh saja.
Namun, menurut dr. Nadia Nurotul Fuadah seperti dilansir dari alodokter.com, yang bisa menjadikan tindakan ini berbahaya adalah, apabila dilakukan secara berlebihan.
Bukan hanya menyebabkan luka dan iritasi pada kulit, tindakan menggigit vagina ini juga berisiko menjadi jalan penularan infeksi, baik infeksi kelamin, infeksi rongga mulut, maupun sistem organ lainnya.
[br]
Adapun beberapa jenis infeksi yang bisa menular melalui tindakan ini contohnya tinea cruris, skabies, kutu kelamin, sifilis, gonore, HIV, folikulitis, kutil, dan sebagainya.
Karenanya, sebaiknya carilah alternatif gaya hubungan seksual yang lebih aman.
Bila pun tetap ingin melakukan gaya hubungan seksual seperti itu, maka lakukanlah sewajarnya, diimbangi dengan kebersihan diri yang baik supaya tidak terjadi efek samping sebagaimana disebutkan di atas. (PNC)