Pesisirnews.com - Mungkin banyak orang tidak menyadari bahwa ada perilakunya dalam kehidupan sosial yang mengarah pada perbuatan agresi. Mengutip janamtv.com, menurut psikolog sosial agresi didefinisikan sebagai perilaku yang dimaksudkan untuk merugikan individu lain yang tidak ingin dirugikan (Baron & Richardson, 1994).
Semua tindakan yang dimaksudkan untuk menyebabkan kerusakan fisik yang ekstrem, seperti penganiayaan, pembunuhan, penyerangan, pemerkosaan, perampokan, dan segala bentuk kekerasan verbal dapat dikategorikan perbuatan agresif.
Psikolog sosial membagi perilaku agresif ke dalam beberapa kategori. Berikut Pesisirnews.com rangkum kategorinya buat pembaca:
1. Agresi Emosional. Ini mengacu pada agresi yang terjadi hanya dengan sedikit pemikiran ke depan atau niat dan yang ditentukan terutama oleh emosi impulsif. Agresi emosional adalah hasil dari emosi negatif ekstrim yang kita alami pada saat kita menyerang dan sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menciptakan hasil yang positif.
2. Agresi Instrumental atau kognitif. Ini adalah agresi yang disengaja dan direncanakan yang ditujukan untuk menyakiti seseorang, atau untuk mendapatkan sesuatu-perhatian, hadiah uang, dan kekuasaan, atau politik.
3. Agresi Fisik. Agresi ini merupakan perilaku paling berbahaya karena melibatkan tindakan untuk melukai orang lain secara fisik,misalnya memukul, menendang, menusuk, menembak, hingga menghilangkan nyawa orang lain.
4. Agresi non Fisik (agresi verbal). Agresi ini tidak melibatkan cedera fisik secara langsung kepada orang lain. Tetapi agresi jenis ini juga tak kalah jahatnya dengan agresi fisik karena dapat memutuskan hubungan antarmanusia dan memberikan tekanan psikologis kepada orang lain, misalnya dengan menyebarkan fitnah atau rumor jahat dan pengancaman.
[br]
Seiring perkembangan media sosial (medsos), kekerasan verbal acapkali terjadi diberbagai platform medsos dimana orang sering dengan mudah menumpahkan emosi negatifnya misalnya memaki, menghina dan mengancam orang lain yang ia tuangkan melalui tulisannya di medsos.
Sekarang apa yang dapat kita lakukan untuk mengendalikan diri kita sendiri untuk menghindari dorongan melakukan tindakan agresif, baik secara fisik maupun verbal?
Berikut tips sederhananya:
1. Tetap tenang terhadap segala situasi yang dapat memancing emosi.
2. Berempati dengan orang lain.
3. Jujurlah pada dirimu sendiri.
4. Berpikirlah dua kali sebelum Anda bereaksi.
5. Pahami akar masalahnya.
6. Selalu bersama orang-orang yang berpikir positif dan optimis.
7. Hindari berada di lingkungan yang penuh kekerasan.
Menurut ahli psikologi sosial, tindakan agresif selalu melibatkan persepsi niat, meski apa yang tampak seperti agresi dari satu sudut pandang tertentu mungkin tidak terlihat seperti itu dari sudut pandang yang lain, seperti agresi karena melakukan pembelaan diri (self defense).
Sedangkan dampak buruk bagi seorang agresor adalah, ia akan dikucilkan dari pergaulan sosial, dijauhi dari hubungan pertemanan, dan yang terburuk, perilaku agresi itu dapat membawa dirinya bermasalah dengan hukum, hingga bisa berakhir di penjara.