Memutar Punggung hingga Berbunyi Berbahaya, Ini Penjelasannya..

- Minggu, 14 Oktober 2018 19:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102018/pesisirnews_Memutar-Punggung-hingga-Berbunyi-Berbahaya--Ini-Penjelasannya..-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Kompas.com

Pesisirnews.com - Memutar punggung hingga berbunyi pasti terasa melegakan dan seolah mampu meredam pegal-pegal.

Perasaan semacam ini sama halnya dengan yang kita rasakan ketika meremas buku-buku jari tangan.

Nyatanya, melakukan kebiasaan itu justru hanya berakibat fatal.

Pakar Chiropractic, Chris Vargas mengatakan, suara yang muncul ketika kita memutar punggung menunjukan pergeseran sendi tulang belakang.

Chiropractic selama ini diklaim sebagai metode terapi yang berfokus untuk mengoreksi kelainan tulang belakang, otot dan sendi saraf.

"Suara retak yang terdengar adalah pelepasan gelembung gas di dalam sendi tulang belakang," kata Vargas.

Menurut dia, ketika tulang belakang tidak sejajar, sendi dapat membengkak dan terisi gelembung yang mungkin muncul ketika kita bergerak dengan cara tertentu.

Gelembung tersebut merupakan kantong gas nitrogen, oksigen, dan karbon dioksida di dalam cairan sendi yang terakumulasi ulang dari waktu ke waktu.

Pakar medis Dr Joshua Scott mengungkapkan, kondisi inilah yang membuat kita tidak bisa melakukannya berkali-kali pada sendi yang sama.

Sebagai contoh, setelah kita duduk sepanjang hari, punggung mungkin berbunyi saat kita mencoba memutar, membungkuk, atau bergerak. Saat itu tulang belakang bergeser kembali ke posisi normal.

Namun, Vargas mengatakan meski bunyi yang muncul pada tulang bisa terjadi karena unsur ketidaksengajaan, banyak orang yang melakukannya secara sadar.

"Biasanya, mereka melakukannya untuk menghilangkan ketidaknyamanan yang disebabkan pergeseran tulang," kata Vargas.

Para ahli di Atlantic Brain & Spine, mengatakan, terkadang orang akan memutar atau bergerak agar sendi tulang belakang berbunyi karena mereka merasakan kenyamanan saat melakukannya.

Riset tahun 2011 membuktikan orang mengasosiasikan suara melepaskan sendi bagai bantuan, meski tidak banyak berpengaruh.

Beberapa ahli Chiropractic mengklaim memutar punggung hingga berbunyi dapat melepaskan zat-zat yang terasa baik yang disebut endorphins.

Namun, para ahli juga mengatakan, kebiasaan ini dapat membahayakan tulang dan sendi.

Memutar punggung bisa menyebabkan nyeri punggung kronis karena cakram dan saraf yang rusak.

Melakukannya dapat menyebabkan sendi tulang belakang mengalami keausan.

Pakar Chiropractic William Charschan mengatakan memutar tulang belakang tidak akan mengatasi masalah, karena bisa memanipulasi sendi yang salah.

Sementara, menurut Vargas, banyak orang yang memutar punggung hingga berbunyi sebenarnya memiliki subluksasi tulang belakang, vertebra mereka tidak sejajar.

Melakukannnya hanya menggerakkan sendi yang menyebabkan subluksasi.

Jadi seiring waktu, kata Vargas, ini akan membuat masalah utama lebih buruk, atau akan merusak sendi tersebut.

Meskipun menggerakan tulang belakang hingga berbunyi secara rutin bisa membahayakan, sesekali melakukannya tidak akan menimbulkan masalah. Misalnya, setelah kita duduk seharian.

"Jika kita menggerakan tulang belakang melalui rentang gerak normal tanpa menggunakan kekuatan tambahan, dan kita kebetulan mendengar suara retak itu, ini aman," kata Vargas.

Scott juga mengatakan orang-orang yang memutar punggung mereka sekali-sekali tidak mungkin melukai diri mereka sendiri.

Menurut dia, tubuh secara alami membatasi gerakan kita untuk melindungi sumsum tulang belakang.

Namun, menggerakan belakang berulangkali dapat meregangkan ligamen di sekitar tulang belakang.

"Ini yang menyebabkan gerakan berlebihan, ketidakstabilan sendi, dan tubuh yang tidak stabil," kata Scott.

Sumber Kompas.com 

Berita Terkait

Life Style

Perkuat pelayanan ASN, Wakil Bupati Inhil terima kunjungan PT Taspen Pekanbaru

Life Style

Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Polda Riau Bagikan 2.500 Masker kepada Warga Pekanbaru

Life Style

Kapolres Inhil Pimpin Pemadaman dan Pendinginan Hotspot di Desa Kayu Raja

Life Style

Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Yuliantini, hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Al Hidayah, Desa Gembira, Kecamatan Gaung

Life Style

Kualitas Udara Inhil Tidak Sehat, Disdik Sesuaikan Kegiatan Pembelajaran di Sekolah

Life Style

Bupati dan Wakil Bupati Inhil Hadiri Sinergitas Forkopimda dan Pengantar Tugas Kajari