TEMBILAHAN, PESISIRNEWS.COM - Masyarakat menilai pemerintah daerah Kabupaten Indragiri Hilir tak serius mengatasi persoalan sampah.
Pasalnya, sarana pendukung guna menciptakan lingkungan bersih yakni, penyediaan tong sampah di sekitar lingkungan masyarakat masih minim.
Akibatnya, kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya pun semakin hari kian memudar. Contohnya seperti pantauan di lapangan, di sepanjang Jalan M Boya, tong sampah yang tersedia berjumlah hanya 3 buah, yang diletakan di dua titik. Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Kartini, Jalan Khalidi, Jalan Garam dan Jalan Batang Tuaka.
Selain itu juga, dikarenakan minimnya tong tersebut, maka sebelum kedatangan petugas mobil kebersihan dari Dinas Kebersihan Kabupaten Inhil, sampah yang ada sudah menumpuk dan berserakan hingga memasuki saluran drainase.
Kondisi demikian, tentunya akan memberi kesan buruk bagi Kota Tembilahan sebagai Ibu Kota Kabupaten Inhil dan kepada para pengunjung dari luar daerah.
"Sudah dari dulu, di sini selalu kekurangan tempat sampah. Makanya gotnya (saluran drainase) jadi kotor dan tersumbat oleh sampah,"ujar Man, warga Parit 11 Tembilahan, Senin (30/8).
Diakuinya, memang kesadaran masayarakat setempat untuk membuang sampah pada tempatnya juga masih lemah. Hal tersebut juga dikarenakan penyediaan tong sampah yang masih kurang.
"Saya yakin semua orang ingin hidup dan tinggal di lingkungan yang bersih. Tapi itu dia masalahnya, tong sampah yang ada masih kurang," ungkapnya.
Untuk itu ia berharap pemerintah daerah bisa lebih serius untuk mengatasi persoalan sampah, salah satunya dengan menambah sarana penyediaan tong sampah di lingkungan masyarakat.
"Saat ini pemerintah daerah telah memiliki instansi sendiri, yakni Dinas Kebersihan. Sehingga diharapkan bisa membuat terobosan yang dapat mengatasi persoalan sampah ini secara maksimal, sehingga kalau begini terus, dapat piala Adipura hanya sekedar mimpi, "tukasnya. (Zul).