INHU, PESISIRNEWS.COM - Warga di beberapa desa dan kelurahan Kecamatan Seberida Kabupaten Inhu serta staf PT MEGA mengeluh. Sebab, beberapa rumah warga dan staf mengalami retak-retak, diduga akibat kegiatan seisimik yang dilakukan PT PURI di daerah tersebut.Salah seorang warga Andi mengatakan, ia sangat mengeluhkan kondisi rumahnya yang retak-retak karena kegiatan seismik yang melintas di desanya. "Kita sangat mengeluh kalau rumah kita kondisinya bisa begini. Kita berharap pihak PT PURI bisa cepat perbaiki rumah kita," ungkapnya, Ahad (30/8/2015).Warga juga mengeluh adanya perusakan tanaman warga atas ledakan seismik ini. Pihak perusahaan dinilai telah melakukan perusakan tanpa meminta izin kepada pemilih lahan dan tanaman.Sementara itu, Camat Seberida Triyatno ST saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Bahwa di kecamatan yang dipimpinnya ini sedang ada peledakan seismik untuk mencari titik minyak oleh PT PURI."Mengenai kerusakan rumah warga dan staf PT MEGA itu benar adanya, namun PT PURI akan mengganti kerusakan rumah warga dan rumah staf PT MEGA. Pada hari Minggu yang lalu kita sudah lakukan pertemuan antara pihak PT PURI dengan warga dan juga manajemen PT MEGA," papar Triyatno.Saat disinggung mengenai adanya kerusakan tanaman warga, dan PT PURI tidak ada pemberitahuan sebelumnya, camat membantah hal itu. "Itu tidak benar, sebelum mereka (PT PURI) melakukan aktifitas, mereka sudah lakukan sosalisasi di kantor kelurahan dan desa," kata camat menerangkan.Jika memang ada tanaman yang rusak, jelas camat lagi, maka perusahaan telah menyanggupi untuk menggantinya. "Untuk tanaman seperti pohon karet dan pohon sawit atau lainnya yang terkena ledakan dan rusak, mereka juga akan melakukan penggantian," pungkasnya. (her)(rik)