PESISIRNEWS.COM- Musim kemarau panjang membuat warga Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung mulai mengalami kesulitan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan harian, warga terpaksa membeli air bersih.
"Pada musim kemarau ini, ketersediaan air menurun apalagi mata air yang ada debitnya mengecil padahal kebutuhan warga akan air tetap tinggi," kata Yanto, seorang warga Simpang Pematang di Mesuji, Jumat (21/8).
Setiap tiga hari sekali warga harus membeli air bersih dari penjual air untuk keperluan memasak, mandi dan mencuci.
Kesulitan mendapatkan air bersih tersebut dirasakan ratusan warga sejak sebelum Ramadan.
Yanto mengaku membeli air bersih satu drum dengan kapasitas sekitar 1.000 liter dengan harga Rp 100 ribu per drum.
Air lalu dipompa menggunakan mesin pompa ke rumah warga dan dialiri dengan menggunakan selang air.
Seorang penjual air bersih Rijo (40) mengungkapkan, setiap hari ratusan warga membeli darinya yang mengambil air bersih dari mata air di Desa Simpang Mesuji.
"Kalau ada yang pesan biasanya langsung menelepon dan akan segera saya kirimkan dengan menggunakan mobil dari rumah di Simpang Mesuji," ujar Rijo.
Siti, warga Simpang Mesuji mengeluhkan kesulitan membuat sumur secara manual, sedangkan untuk membuat sumur bor biayanya sangat mahal. Dia berharap pemerintah bisa menyediakan fasilitas air bersih gratis.
Sumber : merdeka.com