MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Sepanjang tahun 2015, bulan Januari hingga Juli terdapat 616,4 Hektar lahan yang terbakar di Meranti. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kepulauan Meranti, 616,4 Hektar lahan itu tersebar di enam Kecamatan, yakni Tebingtinggi, Tebingtinggi Timur, Tebingtinggi Barat, Rangsang, Merbau, dan Tasik Putri Puyu.
Kendati demikian, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Hutan dan Kebun, Tengku Efendi SH, mengatakan luas lahan yang terbakar sepanjang 2015 itu menurun dibanding tahun sebelumnya.
"Pada tahun 2014, luas kebakaran lahan mencapai 23625,6 Hektar," ucap Tengku kepada PESISIRNEWS, Kamis (13/8).
Dikatakannya juga, Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) ini sering terjadi pada perkebunan sagu dan karet, "Pemicu terjadinya kebakaran tersebut diduga karena oknum nakal yang membuka lahan dengan cara membakar, membuang puntung rokok sembarangan, dan para pencari madu lebah dengan menggunakan asap," ujarnya.
Untuk mengatasi Karlahut agar tidak terulang kembali, Lanjut Tengku, pihak kita akan menurunkan 10 sampai 15 personil untuk memadamkan api, "Tidak hanya itu, setiap Kecamatan sudah dibentuk Masyarakat Peduli Api (MPA), yang nantinya mereka akan mengawas keberadaan titik api," terang Tengku.(Adi)
Berikut data luas kebakaran lahan menurut Kecamatan
1. Kecamatan Tebingtinggi, 67,2 Hektar
2. Kecamatan Tebingtinggi Timur, 38 Hektar
3. Kecamatan Tebingtinggi Barat, 19,2 Hektar
4. Kecamatan Rangsang, 123 Hektar
5. Kecamatan Merbau, 30 Hektar
6. Kecamatan Tasik Putri Puyu, 339 Hektar.