MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Kebanyakan masyarakat di Kepulauan Meranti khususnya Kota Selatpanjang, belum dapat membedakan mana sampah Organik dan Non Organik, walaupun sudah terdapat puluhan tong sampah yang bersifat Organik dan Non Organik, namun masih banyak sampah yang bercampuran.
Hal ini terbukti pada setiap tong sampah yang telah disediakan, pada Kamis (14/5/2015) siang, terlihat sampah seperti sisa makanan, buah-buahan, plastik, maupun kaleng bekas masih bercampur aduk.
"Kurang paham juga apa itu sampah organik dan non organik, yang penting buang sampah pada tempatnya," ungkap Apeng (49) salah seorang pedagang di Selatpanjang.
Kekeliruan warga untuk membuang sampah yang bersifat organik dan non organik ini, kuat dugaan dikarenakan tong sampah yang sejatinya berpasangan, terpisah satu sama lain.
Mirisnya lagi, jarak antar keduanya itu ada yang mencapai 2 hingga 3 ruko. Sehingga menyebabkan pengguna tong sampah yang berbeda ini harus jauh untuk membuang sampah. Bahkan, pemandangan ini terlihat hampir di seluruh Jalan Kota Selatpanjang.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Kepulauan Meranti, Joko Surianto SH MM, menegaskan kebiasaan masyarakat selama ini dalam membuang sampah organik dan non organik harus dirubah, sebab dengan pengadaan puluhan tong sampah setiap tahun terasa tidak maksimal, apalagi tong sampah tersebut tidak berfungsi dengan baik.
"Untuk itu, DPKP akan memberikan pelajaran kepada masyarakat bahwa sampah harus dilakukan pemisahan, walaupun membuang sampah di tong sampah sudah benar, tapi harus tetap dilakukan pemisahan untuk mempermudah petugas dalam mengangkut sampah ke TPA nantinya," ucap Joko. (Adi)