MERANTI, PESISIRNEWS.COM - Masyarakat Kecamatan Merbau kini tengah dilanda dilema berkepanjangan. Pasalnya, bangunan SMP Negeri 2 yang satu-satunya menjadi sekolah favorit di daerah itu terancam abrasi gelombang air laut.Melihat kondisi ini, masyarakat Kecamatan Merbau meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti agar mempertahankan sekaligus membenteng aset pendidikan tersebut agar selamat dari kehancuran."SMPN 2 Merbau ini makin dekat dengan kikisan abrasi pantai. Kita berharap Pemkab bisa turun tangan untuk menyelamatkannya," keluh salah satu tokoh pendidikan Merbau, Drs Lukman MM, dalam reses anggota DPRD Kepulauan Meranti, Basiran SE MM, baru-baru ini di Kelurahan Teluk Belitung.Lukman yang pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kasek) SMA Negeri 1 Merbau itu mengaku, bahwa sekolah yang satu ini merupakan salah satu sarana pendidikan yang mampu menunjang serta menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan berkualitas.Untuk itu, lanjutnya, sangat perlu perhatian serius dari berbagai kalangan, lebih lagi pemerintah daerah. "Saya kira perlu dibangun turap penahan gelombang agar SMP Negeri ini bisa diselamatkan, dan anak-anak kita bisa bersekolah dengan aman dan nyaman," harapnya.Menanggapi keluhan perwakilan masyarakat tersebut, Basiran mengatakan hal itu merupakan tanggung jawab semua pihak, terlebih DPRD selaku yang berfungsi untuk menganggarkan, mengesahkan, serta mengawasinya."Kita tidak berbicara warna bendera, tapi kita berbicara dan menampung seluruh aspirasi masyarakat. Termasuk soal keberadaan SMPN 2 Merbau ini, bagaimana nantinya bisa diselamatkan dari ancaman abrasi," kata Basiran.Selain soal aset pendidikan, Basiran yang juga selaku Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Kepulauan Meranti juga menampung aspirasi masyarakat tentang ketersediaan air bersih. Dimana, memasuki musim kemarau masyarakat kesulitan air bersih."Kita akan perjuangkan pembangunan sumur bor untuk warga. Mudah-mudahan ini bisa terlaksanan kedepannya," ucap politisi Gerindra Kepulauan Meranti itu. (pzi)