MERANTI-PESISIRNEWS.com - Momentum Hari Rimbawan Nasional bagi Kabupaten Kepulauan Meranti sangat strategis dalam upaya pembinaan rimbawan, kesigapan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan mewujudkan hutan yang lestari.
"Jadikan momentum ini sebagai wahana kontemplasi untuk mengukur sejauh mana upaya yang dilaksanakan dan hasil yang dicapai dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari," ujar Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan, Alizar, S.Sos, saat memimpin Upacara Hari Rimbawan, Selasa (17/3) kemarin, di halaman Kantor Bupati.
Pada Upacara Hari Rimbawan tersebut, turut dihadiri sejumlah anggota DPRD, instansi vertikal serta seluruh pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti.
Dikatakan Alizar, potensi sumber daya alam seperti hutan yang dimiliki Nusantara dengan keanekaragaman hayati merupakan karunia Tuhan yang wajib disyukuri, dengan cara dilindungi, dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, baik sekarang maupun di masa mendatang.
Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Meranti diwujudkan dengan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat agar hutan sebagai sumber daya semakin memberikan dampak dan kontribusi yang cukup besar dalam pwrtumbuhan ekonomi daerah serta menyediakan lapangan kerja yang besar tanpa merusak lingkungan
Lebih jauh dikatakan Asisten I, Kabupaten Meranti berada di sepanjang pantai timur Indonesia yang rentan terhadap abrasi, gugusan pulau yang mwrupakan tanah bergambut juga menjadi faktor utama rusaknya alam dan lingkungan serta terjadinya kebakaran. Dari 680. 414 Ha lahan, terdapat 50.000 Ha lahan kritis yang harus segera dilakukan rehabilitasi.
"Pemerintah Kabupaten Meranti dengan sekuat tenaga telah berupaya melakukan rehabilitasi sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian hutan," papar Alizar.
Menurut Alizar, perlu dukungan dana yang besar dan partisipasi semua pihak, mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten sendiri. Seperti diketahui Kabupaten Meranti melalui program Kementerian Kehutanan telah berhasil mengikutsertakan masyarakat pedesaan membangun Kebun Bibit Rakyat (KBR).
"Ini untuk memberikan gairah untuk membibit, menanam, memelihara dan memanen untuk perbaikan kesejahteraan sendiri," jelasnya.
Dan yang tak kalah penting dan perlu perhatian serius adalah masalah kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Meranti yang sampai saat ini masih menjadi salah satu bencana yang serius. Faktor penyebab karena cuaca ekstrim sehingga menimbulkan kekeringan disamping itu karena lahan gambut yang pembuatan kanalnya tidak terkelola dengan baik.
Untuk itu Pemerintah Meranti telah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk mendapat dukungan dana dalam rangka normalisasi tata kelola air pada lahan gambut dengan membuat sekat kanal pada setiap level ketinggian air agar lahan gambut selalu berada dalam kondisi lembab meminimalisir kebakaran lahan.
Pada kesempatan itu dalam rangka memberikan stimulus kepada masyarakat untuk melakukan penghijauan, Pemkab Meranti bersama Forkopinda menggelar penanaman pohon Mahoni secara simbolis di sepanjang kantor Bupati Meranti.
Selain itu juga, Asisten I juga menyerahkan cenderamata kepada Purna Rimbawan, H. Ibrahim, Ridwan Mahadar dan H. Marzuki, serta penyerahan bantuan Kemitraan Bank Riau Kepri Selatpanjang berupa 2 unit mobil kebersihan kepada Pemkab Meranti. (eaf)