DUMAI-PESISIRNEWS.COM - Pemerintah Kota Dumai melalui Kantor Lingkungan Hidup, Rabu (18/3) menggelar rapat ataupun kegiatan penyampaian Hasil Pemantauan Penilaian Pertama (P1) Adipura tahun 2014-2015 Kota Dumai di Balai Pertemuan Sri Bunga Tanjung Jalan Puteri Tujuh.Dalam penyampaiannya, di ketahui bersama bahwa Kota Dumai berhasil menduduki peringkat ke-11 se-Indonesia sebagai Kota Sedang terbersih dengan jumlah nilai yang raih sebesar 71,50. Namun untuk kawasan Provinsi Riau saja, Kota Dumai berhasil menduduki peringkat ke-6 dari 12 Kabupaten/Kota yang ada.Dikatakan Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai Bambang Suriyanto, bahwa dari hasil penilaian P1 yang berhasil diraih Kota Dumai dengan jumlah nilai 71,50 tersebut terbagi atas 15 katogeri penilaian, "15 kategori tersebut diantaranya adalah Pemukiman, Jalan, Pasar, Pertokoan, Perkantoran, Sekolah, Rumah Sakit/Puskesmas, Hutan Kota, Taman Kota, Terminal Bus/Angkot, Pelabuhan Laut, Perairan Terbuka, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Bank Sampah, dan Pengolahan Sampah Skala Kota," kata Bambang.Namun dari banyaknya kategori penilaian yang ada, lanjut Bambang, Kota Dumai memiliki beberapa titik kelemahan penilaian seperti Pemukiman, Pasar, Pertokoan, Perkantoran, Taman Kota, dan Bank Sampah. "Beberapa titik kelemahan tersebut karena nilai yang kita raih masih berada dibawah angka 70, yakni berkisar antara 50 hingga 60-an," katanya.Sementara terkait titik pantau, kata Bambang, pada penilaian tahap pertama kemarin, Kota Dumai memiliki 38 titik pantau yang terbagi atas beberapa kategori ataupun indikator penilaian, "Perumahan terbagi atas 3 titik lokasi pantau, Jalan terbagi atas 5 titik pantau, Pasar terbagi atas 2 titik pantau, Pertokoan terbagi atas 2 titik pantau, Perkantoran terbagi atas 7 titik pantau, Sekolah terbagi atas 7 titik pantau, Rumah Sakit/Puskesmas terbagi atas 3 titik pantau, sementara kategori lainnya hanya terbagi atas masing-masing 1 titik pantau yakni Hutan Kota Sungai Dumai, Taman Kota Bukit Gelanggang, Terminal AKAP Kelakap Tujuh, Pelabuhan Pelindo, Sungai Dumai, Saluran Terbuka Yos Sudarso, TPA Mekar Sari, Bank Sampah Asnur dan Fasilitas Pengolahan Sampah Skala Kota," jelasnya.Mengenai nilai tertinggi yang berhasil diraih oleh Kota Dumai, sebesar 81,00 berhasil disumbangkan oleh kategori ataupun aspek penilaian Hutan Kota. Sementara nilai terendah didapati Kota Dumai dari bidang Pertokoan dengan total penilian yang hanya mencapai angka 58,67. "Kedepannya untuk mendapatkan nilai minimal sekitar 73 hingga 75 pada saat Penilaian Tahap Kedua (P2), kita akan terus mencoba membenahi Kota Dumai. Sebab pada tahap P2 mendatang, yang akan menjadi titik pantau adalah seluruh bagian dan sudut Kota Dumai," katanya.Dijelaskannya, pada penilaian P2 yang akan dimulai pada bulan Mei mendatang, tim penilaiannya akan didatangkan langsung dari Kementrian Lingkungan Hidup, Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE), dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi. "Untuk itu, nantinya kami akan berusaha dan bersiasat dalam berstrategi sedemikian rupa agar tim penilaian tidak langsung menuju ke daerah yang dikategorikan sebagai titik lemah Kota Dumai seperti Pertokoan dan Pasar-pasat tradisional, dan nantinya kita juga akan melakukan koordinasi dan kerjasama dengan dinas dan instansi terkait utuk dapat bersama membantu membenahi beberapa titik yang menjadi kelemahan Kota Dumai," paparnya.Selain itu, Bambang juga memohon bantuan dari masyarakat Kota Dumai untuk dapat bekerjasama dalam membenahi Kota Dumai, khususnya dalam membersihkan daerah pemukimannya masing-masing. "Sebab selain mendapatkan manfaat untuk semakin besarnya peluang Kota Dumai dalam meraih piagam penghargaan Adipura, kita sebagai masyarakat Kota Dumai juga akan mendapatkan dampak positif lainnya seperti semakin indahnya lingkungan tempat tinggal kita, dan kesehatan kita juga akan semakin terjaga tatkala lingkungan sekitar kita bersih dan asri," tutupnya.Pantauan Pesisirnews.com, Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas dan Instansi terkait masih memiliki PR ataupun tugas yang belum berhasil terjawab sepenuhnya dalam pengelolaan tata ruang Kota Dumai. Selain dalam bidang tata ruang, Kota Dumai juga masih memiliki berbagai macam kendala dalam meraih piagam penghargaan Adipura diantaranya dalam bidang kebersihan dan keindahan serta maraknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang membuka lapak disembarang tempat, yang keseluruhannya merupakan aspek penilaian ataupun kategori penting dalam meraih Piagam Penghargaan Adipura.