SELATPANJANG - PESISIRNEWS.com – Dua sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti yakni SMA Negeri 1 Tebingtinggi dan SMK Negeri 1 Tebingtinggi, bersaing meraih penghargaan Adiwiyata tingkat propinsi Riau tahun 2015. Kedua Sekolah tersebut dinilai layak untuk mengikuti penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Riau pada Jumat (13/03),Kasubbid Evaluasi dan Amdal Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kepulauan Meranti, Raja Yusran, mengatakan "Ke-2 sekolah tersebut layak untuk bersaing di tingkat provinsi, sebab sekolah tersebut merupakan sekolah yang berhasil memperebutkan penghargaan Adiwiyata tingkat kabupaten Kepulauan Meranti pada tahun lalu". Kedua sekolah ini banyak mengalami kemajuan dan perkembangan, jelang dilakukan penilaian. Penilaian Adiwiyata bukan sekedar sekolah itu indah, melainkan penilaian di bidang administrasi, dokumen, serta tampilan fisik sekolah juga menjadi kategori penting. Bahkan BLH juga akan terus mematangkan koordinasi dengan pihak sekolah serta membantu di bidang administrasi, dokumentasi, serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan. "SMA Negeri 1 Tebingtinggi dan SMK Negeri 1, merupakan dua sekolah yang akan bersaing di tingkat Provinsi, sebelum persiapan menuju Adiwiyata tingkat propinsi dimulai, ke-2 sekolah tersebut sudah kita akomodasikan, dan BLH sudah membangun 2 unit rumah kompos, dan fasilitas penunjang lainya," ungkap Raja. Raja juga mengatakan, untuk bisa meraih Adiwiyata tingkat propinsi, pihaknya akan membekali beberapa komponen yang menyangkut kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan. Sementara itu, Penanggung Jawab Adiwiyata SMA Negeri 1 Tebingtinggi, Fadillah SSi, mengatakan, penilaian Adiwiyata ini akan dimulai dari ruang kelas, dimana ruang kelas tersebut merupakan partisipasi yang besar dalam menunjang program Adiwiyata" tuturnya.Ia juga mengatakan, kalau penilaian paling menonjol dari program Adiwiyata adalah kreativitas siswa dalam memaksimalkan dan pemanfaatan sampah menjadi barang yang berguna, termasuk keterlibatan 70 persen warga sekolah. "Sejumlah kegiatan ramah lingkungan sudah kami tanamkan di sekolah kami, misalnya pemilahan sampah organik, kertas dan plastik" ungkapnya.(wir)