Kecamatan Bengkalis Indikasi KLB DBD

- Minggu, 08 Juni 2014 14:25 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir062014/1402213207download (2).jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
BENGKALIS,PESISIRNEWS.com - Wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkalis diindikasikan berstatus KLB (Kejadian Luar Biasa). Karena di beberapa daerah di kabupaten ini warganya banyak yang terjangkit DBD. Dinas Kesehatan Bengkalis langsung mengambil langkah- langkah pencegahan. Langkah pencegahan yang diambil pihak Diskes Bengkalis ini yakni dengan melakukan penyemprotan atau Pogging terhadap nyamuk .aedes aegypti atau aedes albacpictusSetidaknya ada 5 lokasi yang sudah dilakukan penyemprotan oleh Diskes Bengkalis untuk mencegah tersebarnya Virus DBD yang disebabkan oleh nyamuk, diantaranya, Kelurahan Kota Bengkalis, Rimbas kampung, desa senggoro, sebauk dan Bantan. Selain itu, Pihak Diskes juga melakukan pengumuman keliling dengan menggunakan pengeras suara terkait dengan bahaya DBD.Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis M. Sukri melalui Kabid Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Lingkungan Irawadi menyampaikan, dari hasil pantauan Diskes Bengkalis di 8 kecamatan di Kabupaten Bengkalis terdapat 71 kasus DBD. Khusus dikec. Bengkalis ada 18 kasus.�Tentunya langkah- langkah pencegahan sebagai bentuk antisipasi pertama kita yakni dengan melakukan penyemprotan pengasapan dibeberapa titik, kemudian kita juga melayangkan surat ke Dinas Perhubungan agar segera mengumumkan terkait DBD ini kemasyarakat agar masyarakat bisa mengambil langkah- langkah pencegahan,�katanya.Dilanjutkannya, ia menyarankan memasuki musim penghujan ini agar masyarakat bisa melakukan pencegahan- pencegahan dini terhadap berkembang biaknya nyamuk Aides yang bisa menyebabkan terjadi Demam berdarah,�seperti menutup air tampungan (air hujan) agar tidak berdakung, membakar atau menanam bekas- bekas minuman yang dimusim hujan ini terdapat air yang bisa membuat nyamuk berkembang biak. Selain itu kami juga menyarankan agar masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan,�saran Irawadi.Kepada orangtua yang memiliki anak- anak yang bersekolah di tingkat SD irawadi juga menyarankan, agar orangtua dipagi hari mengoleskan obat anti nyamuk oles kepada anak, seperti dibagian tangan dan kaki. (yee)


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kembali pasien Positif Covid 19 Di Inhil Bertambah 5 orang

Kesehatan

Curi HP ,JN Dipukuli Hingga Masuk Kerumah Sakit