(Pesisirnews.com) - Parkinson, adalah istilah yang telah cukup sering kita dengar meski tak semua orang memahaminya atau mengetahuinya dengan baik.
Masih belum ada jawaban yang jelas tentang apa sebenarnya penyebab penyakit Parkinson, tetapi faktor genetik, pemicu atau kombinasi lingkungan dan lainnya dapat dikaitkan dengan terjadinya gangguan pada otak ini.
Orang yang menderita Parkinson mengalami neurodegeneratif yang merupakan suatu kondisi patologis pada sel saraf di mana sel saraf tersebut mengalami kehilangan struktur atau fungsi sebenarnya secara progresif.
Penderita Parkinson juga kehilangan sel-sel yang menghasilkan dopamin yang mengarah pada perkembangan gejala lebih lanjut yang membuat mereka kesulitan berkomunikasi dan melakukan aktivitas fisik lainnya.
Lalu, bagaimana kita mengidentifikasi gejala Parkinson agar kita dapat menanganinya sesegera mungkin?
Berikut gejala motorik dan non-motor tertentu yang dapat membantu individu mengidentifikasi awal penyakit Parkinson:
Gejala non motorik:
- Orang-orang mulai menghadapi penurunan kognisi dalam hal menemukan kata-kata, membuat penilaian, dll.- Kehilangan bau- Pasien Parkinson memiliki kecenderungan untuk mengembangkan depresi dan kecemasan. Mereka mungkin juga mengalami gangguan mood.- Sembelit memperlambat pencernaan.- Sering mengalami pusing dan untuk waktu yang lama- Tekanan darah rendah saat berdiri.
Gejala motorik:
- Tremor: Tangan atau kaki gemetar bisa menjadi tanda pertama Parkinson.
- Kekakuan: Bisa juga terjadi kekakuan tiba-tiba pada tungkai
- Ketidakstabilan Postur: Menghadapi masalah keseimbangan tubuh yang melambat mengembangkan postur tubuh yang merosot atau bungkuk.
- Bradykinesia: gerakan lambat dalam tubuh.
[br]
Faktor Risiko dan Pengobatan Parkinson
Intervensi medis yang tepat dapat membantu meringankan gejala dan seseorang dapat menikmati hidup yang layak.Kombinasi intervensi medis dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi keparahan gejala Parkinson.
Cara umum untuk mengelola Parkinson
Diet Seimbang: Kunci untuk mengatasi sebagian besar masalah kesehatan, lakukan diet seimbang. Sertakan jumlah serat yang baik untuk pencernaan yang lebih baik dan tingkatkan asupan cairan.
Fisioterapi: Dapat membantu pergerakan otot tubuh dan sedikit meredakan kekakuan.
Pengobatan: Konsultasikan dengan dokter dan minum obat dengan benar pada interval waktu yang teratur.
Terapi Okupasi: Ini dapat membantu mengidentifikasi masalah dalam pekerjaan sehari-hari seperti berjalan atau atau melakukan berbagai gerakan tubuh lainnya.
Penafian: Informasi yanga ada dalam artikel ini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami gangguan kesehatan.
(PNC/India.com)