JAKARTA (Pesisirnews.com) - Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama mendorong pemerintah Indonesia untuk mengadakan vaksin cacar monyet.
Hal itu lantaran, ketersediaan vaksin cacar monyet di dunia saat ini masih terbatas.
"WHO bahkan menegaskan bahwa mereka khawatir bahwa ketimpangan pemerataan vaksin yang pernah terjadi untuk Covid-19. Hal iniakan terjadi lagi pada pengendalian cacar monyet ini," kata Prof Tjandra Yoga dikutip dari keterangan yang diterima RRI.co.id, Senin (22/8/2022).
Selain pengadaan vaksin, beberapa langkah juga perlu dilakukan untuk mencegah penyakit ini menyebar.Tjandra menyebutkan, pemerintah perlu meningkatkan surveilans penyakit, baik di pintu-pintu masuk negara maupun di dalam negeri.
Selanjutnya, melakukan penelusuran (tracing) kasus yang ketat, memberikan edukasi serta komunikasi resiko yang baik. Kemudian, melibatkan masyarakat dalam menurunkan resiko penularan.
"Kita tentu berharap agar di negara kita setidaknya ke enam upaya kesehatan ini dapat dilakukan dengan maksimal. Untuk mencegah penularan yang meluas," ujarnya.
Dia juga mengingatkan bahwa kasus cacar monyet di dunia terus naik dengan peningkatan 20 persenseminggu.
[br]
Sejauh ini, sudah ada lebih dari 70 negara yang melaporkan kasus cacar monyet.
Sementara, WHO melaporkan ada lebih dari 40.000 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di seluruh dunia.
Saat ini cacar monyet dilaporkan telah meluas ke 12 negara non endemis yang berada di 3 regional WHO, yaitu regional Eropa, Amerika, dan Western Pacific.
"Tentu kita perlu amati bagaimana perkembangan kasus di negara kita. Ini sudah adanya laporan kasus pertama," pungkasnya.(PNC)