WHO: Setengah Juta Orang Meninggal Sejak Omicron Mewabah

- Kamis, 10 Februari 2022 09:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir022022/_2544_WHO--Setengah-Juta-Orang-Meninggal-Sejak-Omicron-Mewabah.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ilustrasi: Covid-19 varian Omicron. (Alamy)

JENEWA, Pesisirnews.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (8/2) mengungkap sudah setengah juta orang meninggal akibat Covid-19 varian Omicron sejak varian ini ditemukan.

WHO menyebut banyaknya jumlah korban meninggal akibat varian baru Covid-19 ini "melebihi tragis".

Manajer insiden WHO Abdi Mahamud mengatakan bahwa sebanyak 130 juta kasus dan 500.000 kematian telah dicatat secara global sejak Omicron dinyatakan sebagai varian yang menjadi perhatian pada akhir November.

Sejak itu varian ini dengan cepat menyusul Delta sebagai varian Covid-19 dominan di dunia karena lebih menular, meskipun tampaknya menyebabkan penyakit yang kurang parah.

"Di masa vaksin yang efektif, setengah juta orang sekarat, itu benar-benar penting," kata Mahamud kepada interaksi langsung pada saluran media sosial WHO, seperti dikutip dari Medical Xpress, Kamis (10/2/2022).

"Sementara semua orang mengatakan Omicron lebih ringan, (mereka) melewatkan titik bahwa setengah juta orang meninggal sejak ini terdeteksi."

"Itu melebihi tragis,” kata Mahamud mengekspresikan keprihatinannya.

Sementara itu, Maria van Kerkhove, pemimpin teknis WHO untuk Covid-19, mengatakan jumlah kasus Omicron "mengejutkan", sementara jumlah kasus dan kematian sebenarnya bisa jauh lebih tinggi daripada yang diketahui.

"Itu membuat puncak sebelumnya terlihat hampir datar," katanya.

"Kita masih di tengah pandemi ini. Saya berharap kita semakin dekat dengan akhirnya. Banyak negara belum melewati puncak Omicron mereka,” tambahnya.

Van Kerkhove mengatakan dia sangat khawatir bahwa jumlah kematian telah meningkat selama beberapa minggu berturut-turut.

"Virus ini terus membahayakan," katanya lagi.

WHO sedang melacak empat sub-turunan Omicron. Sementara sub-galur BA.1 menjadi yang dominan, BA.2 kini lebih menularkan dan diperkirakan akan diperhitungkan sebagai peningkat kasus Omicron.

[br]

Van Kerkrove mengatakan sejauh ini tidak ada indikasi yang mengatakan BA.2 menghasilkan penyakit Covid yang lebih parah daripada BA.1, tetapi menekankan bahwa itu masih "hari-hari sangat awal" dalam pengumpulan bukti.

Mahamud menambahkan bahwa masih belum diketahui apakah seseorang dapat terinfeksi BA.1 dan BA.2 pada saat yang sama.

Covid-19 telah menewaskan hampir 5,75 juta orang sejak muncul di Cina pada Desember 2019, menurut penghitungan AFP yang dikompilasi dari sumber resmi pada hari Selasa.

Hampir 10,25 miliar dosis vaksin Covid-19 telah diberikan secara global. (PNC/KBRN)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kabar Duka: Ghafur Akbar Dharmaputra Dubes RI untuk Ukraina Meninggal Dunia

Kesehatan

Berapa Jumlah Kematian Global Akibat Covid-19? Simak Rilis Terbaru WHO Berikut Ini

Kesehatan

Polsek Bagan Sinembah Ungkap Penganiayaan yang Sebabkan Meninggalnya Korban

Kesehatan

Artis Senior Dorce Gamalama Berpulang Pagi Ini di Rumah Sakit, Ini Penyebab Meninggalnya

Kesehatan

Colt Diesel Versus PMH, 2 Luka Berat Dua Meninggal Dunia

Kesehatan

Antisipasi Covid-19 Varian Omicron, Kapolsek Bagan Sinembah Rapat Koordinasi dengan Forkopimcam