Kemenkes: Jamu Jadi Upaya Promotif Preventif Bagi Kesehatan, Simak Manfaatnya

- Minggu, 30 Mei 2021 08:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir052021/_2957_Kemenkes--Jamu-Jadi-Upaya-Promotif-Preventif-Bagi-Kesehatan--Simak-Manfaatnya.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ilustrasi: Jamu. (Freepik)

Pesisirnews.com - Jamu merupakan obat tradisional yang diracik dari berbagai ramuan tanaman yang berasal dari kearifan lokal. Secara empiris, Jamu sudah cukup banyak terbukti manfaatnya bagi kesehatan dan penyembuhan penyakit.

Selain berdasarkan pada bukti empiris, kandungan bahan obat yang terdapat pada Jamu juga telah diteliti secara ilmiah sehingga Jamu dapat mendampingi obat-obat kimia yang digunakan dalam pengobatan medis.

Dilansir dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI yang disiarkan melalui laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, Sabtu (29/5/2021), Kemenkes kini menggalakan agar masyarakat dapat mengonsumsi Jamu sebagai upaya promotif preventif untuk kesehatan.

Terlebih di masa pandemi Covid-19, mengonsumsi Jamu dapat meningkatkan daya tahan tubuh, misalnya dengan memanfaatkan tanaman jahe yang memiliki kandungan minyak atsiri yang bersifat anti radang dan anti oksidan.

Beberapa manfaat yang didapatkan jika mengonsumsi Jamu antara lain menjaga kebugaran tubuh, sebagai pendamping obat kimia, misalnya obat anti diabetes dan hipertensi, sebagai adjuvant, misalnya pada penderita kanker digunakan untuk mengurangi efek samping kemoterapi dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Selain itu, Jamu juga dapat mengurangi gangguan Kesehatan ringan, misalnya dengan memanfaatkan kencur untuk membantu meredakan batuk.

Adapun di masa pandemi Covid-19, mengonsumsi Jamu dapat membantu menanggulangi faktor komorbid, misalnya dengan memanfaatkan seledri yang mengandung minyak atsiri yang bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah tinggi.

Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan sebesar 31,4% masyarakat memanfaatkan pelayanan Kesehatan tradisional dan 12,9% melakukan upaya Kesehatan tradisional sendiri. Sebanyak 48% Kesehatan tradisional yang dimanfaatkan berupa ramuan jadi dan 31,8% berupa ramuan buatan sendiri.

[br]

Konsep pemanfaatan obat tradisional adalah melalui intervensi pada sisi host (manusia) dengan mengoptimalisasi fungsi tubuh sehingga terbentuk kemampuan pertahanan tubuh yang dapat beradaptasi terhadap penyebab gangguan Kesehatan.

Sekjen Kemenkes drg. Oscar Primadi, MPH pada Rakernas Gabungan Pengusaha Jamu 2021 mengatakan dalam mendorong pengembangan dan pemanfaatan obat tradisional, kontribusi dari dunia usaha sangat penting dalam produksi obat tradisional agar dapat bersaing dengan produk obat tradisional dari luar negeri.

“Saya harap para pengurus dan anggota GP Jamu dapat lebih produktif dalam mengembangkan Jamu yang bersumber pada kearifan lokal,” katanya.

Oscar meminta para stakeholder terkait dapat turut melakukan berbagai upaya sesuai dengan peran dan fungsinya.

Demikian pula para pemangku kebijakan dapat membantu membuat kebijakan di tingkat pusat dan daerah dalam upaya pemanfaatan Jamu di masyarakat.

Dengan berbagai manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari Jamu, maka diharapkan masyarakat semakin tergerak untuk rutin mengonsumsinya.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Bupati Herman dan ketua PMI Peringati Hari Kesehatan Nasional

Kesehatan

Puskesmas Tembilahan Laksanakan Skrining Bagi UKK Pelabuhan

Kesehatan

Dinkes Inhil Himbau Ibu Hamil Terapkan Pola Hidup Sehat

Kesehatan

Pentingnya Pola Makan Sehat

Kesehatan

Dinkes Inhil Himbau Masyarakat Terapkan 3 M Plus

Kesehatan

Dinas Kesehatan Inhil Himbau Masyarakat Terapkan "Isi Piringku"