New Delhi, Pesisirnews.com - All India Institutes of Medical Sciences (AIIMS), sebuah lembaga besar yang diberi kewenangan oleh pemerintah India dalam menguji coba fase akhir vaksin yang disebut Covaxin, gagal mencapai jumlah relawan yang dibutuhkan untuk uji coba vaksin corona.
Covaxin merupakan vaksin corona yang diproduksi bersama oleh Bharat Biotech dan Indian Council of Medical Research (ICMR).
Saat uji coba tahap pertama dimulai, AIIMS membutuhkan seratus sukarelawan tetapi sukarelawan yang mendaftar melonjak hingga 4500 orang. Pada saat uji coba tahap kedua, rumah sakit juga menerima empat ribu sukarelawan.
Namun antusias warga yang melamar menjadi sukarelawan di uji coba fase ketiga vaksin corona Bharat Biotech, jauh mengalami penurunan.
Dilansir dari portal berita India abplive.com, Jumat (18/12/2020), menurut Dr. Sanjay Rai, Profesor dan Inspektur Utama Riset, Departemen Kedokteran Komunitas di AIIMS, ketika masyarakat yang datang secara sukarela diberi tahu tentang prosesnya, mereka justru menolak untuk berpartisipasi di dalamnya.
[br]
Dari ribuan sukarelawan yang mendaftar pada uji coba vaksin corona fase pertama dan kedua, kini hanya ratusan orang yang bersedia divaksinasi.
"Kami menginginkan sekitar 1500 hingga 2000 orang tetapi sejauh ini hanya 200 orang yang telah datang,†kata Dr. Sanjay Rai.
Padahal pihaknya membutuhkan sekitar 1500 orang untuk uji coba vaksin corona fase ketiga.
Pejabat setempat mengatakan, mundurnya para sukarelawan uji vaksin corona fase ketiga karena mereka berpikir vaksin akan segera tersedia untuk semua orang, lantas apa perlunya berpartisipasi dalam uji coba vaksin corona kali ini.
Dr. Rai berkata bahwa orang-orang harus berpartisipasi dalam uji coba vaksin corona. Dia berencana menggunakan iklan, email dan panggilan telepon untuk menyebarkan kesadaran tentang perlunya berpartisipasi dalam uji coba vaksin tersebut.
Sumber: (abplive.com)