Pesisirnews.com- Sudah menjadi rahasia umum bahwa sulit tidur nyenyak alias insomnia itumenyiksa. Tapi, bagaimana bila Anda mudah mengantuk dan mudah tertidur meskipunsudah tidur cukup pada malam hari? Apakah hal tersebut patut disyukuri? Tentusaja tidak. Karena pada dasarnya, keduanya merupakan kondisi yang tidak normaldan bisa dikatakan sebagai gangguan tidur.
Dilansir dari Jpnn.com, Insomnia umumnya lebihpopuler ketimbang kondisi sering mengantuk dan mudah tertidur. Kondisi seringmengantuk dan mudah tertidur pada siang hari itu disebut denganhipersomnia.
Apa penyebab hipersomnia dan bagaimanagejalanya?
Orang yang mengalami hipersomnia biasanya akankesulitan saat waktu bangun tidur tiba. Pada kondisi ini, keinginan untuk tidurbisa terjadi kapan saja, sekalipun saat Anda berkendara atau melakukanpekerjaan sibuk lainnya. Itulah mengapa, hipersomnia sangat berbahaya, karenaberisiko mengganggu keselamatan saat beraktivitas sehari-hari.
Adabeberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko hipersomnia, antara lain:
Gangguan tidur, seperti narkolepsi (rasa kantuk pada siang hari) dan apnea tidur (gangguan pernapasan saat tidur)Memiliki berat badan berlebihPenggunaan obat-obatan terlarang ataupun alkoholPernah mengalami cedera kepala atau memiliki penyakit neurologis, seperti sklerosis ganda• Faktor genetik
Sebelummemeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah benar Anda terkenahipersomnia, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa gejalanya, yakni:
Sering tertidur pada siang hari dan meskipun sudah sempat tertidur, Anda tidak merasa segar setelahnya.Tertidur secara tiba-tiba, bahkan saat Anda sedang makan ataupun berbicara.Meski sudah tidur siang, Anda tetap tidur dalam waktu yang lama pada malam hari.
Apabila benar Anda mengalami sejumlah gejala diatas, segera periksakan kondisi itu ke dokter untuk mendapatkan diagnosis lebihpasti. Selain melihat riwayat medis dan riwayat keluarga, dokter akan melakukanpemeriksaan skala kantuk epworth untuk menilai rasa kantuk yang dialami,mencatat agenda tidur, melakukan polisomnogram untuk memantau aktivitas otakhingga kadar oksigen saat Anda tertidur.
Sehari setelah polisomnogram, akan dilakukanpemeriksaan latensi tidur multipel untuk mengukur rasa kantuk, tipe, sertaderajat tidur yang dialami selama tidur siang. Jika hasilnya benar bahwa Andamengalami hipersomnia, dokter akan memberikan pengobatan stimulan tertentuuntuk membantu tubuh tetap terjaga pada siang hari. Selain itu, dokter jugaakan menyarankan Anda untuk membuat pola tidur malam yang rutin dan menghindarialkohol serta kafein.
Penyebab lain dari mudah mengantuk
Kondisi selalu mengantuk dan mudah tertidur inimirip dengan gejala gangguan kesehatan lain di luar hipersomnia. Apabila Andasudah mendapatkan pemeriksaan dan hasilnya bukan hipersomnia, menurut dr. DyanMega Inderawati dari KlikDokter ada penyebab lain dari kondisi tersebut.
"Ya, mudah mengantuk bisa disebabkan olehbeberapa hal, di antaranya kekurangan oksigen di otak, anemia, penyakit kronis,kurang olahraga, hipoglikemia, dan masih banyak lagi," jelas dr. Dyan.
Tak cuma itu, asupan makanan yang kurang memadaisehingga menyebabkan defisiensi mineral tertentu untuk tubuh juga dapat membuatAnda mudah mengantuk.
Hipersomnia merupakan gangguan tidur yang harussegera dicari akar penyebabnya. Karena kalau tidak, hal tersebut akanmembahayakan kesehatan dan keselamatan diri Anda.
Anda bisa menurunkan risiko hipersomnia denganmenciptakan lingkungan tidur yang memadai dan menghindari alkohol. Serta,hindarilah obat-obatan yang dapat menyebabkan kantuk serta jangan sering begadang.(dan)