Kulit Roti Tawar Bisa Mencegah Kanker!

- Kamis, 06 November 2014 13:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir112014/1415254674breadcrusts.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Semua jenis kulit roti mengandung antioksidan. Tidak hanya roti yang terbuat dari gandum utuh yang kaya serat tetapi juga roti putih atau terbuat dari tepung terigu.(Foto : Istimewa)
PESISIRNEWS.com - Banyak orang terutama anak-anak hanya memlilih bagian tengah saat memakan roti tawar. Bagian pinggirnya yang berwarna coklat dan sering disebut kulit roti kerap dibuang. Namun tahukah anda bahwa kulit roti ternyata lebih sehat?Sebuah riset yang dilakukan Thomas Hofmann, Ph.D, di German Research Center of Food Chemistry di Garching Jerman menemukan fakta bahwa kulit roti mengandung antioksidan yang berperan melawan kanker. Riset dilakukan pada kulit roti, tepung panir roti (bread crumbs) dan roti ternyata menempatkan menempatkan kulit roti sebagai peringkat pertama bagian roti yang mengandung antioksidan paling tinggi.Riset tersebut cukup mencengangkan mengingat ternyata proses pembuatan roti bisa memunculkan bahan antioksidan. Jenis antioksidan itu disebut pronyl-lysine. Semua jenis kulit roti, mengandung antioksidan ini. Tidak hanya roti yang terbuat dari gandum utuh yang kaya serat tetapi juga roti putih atau terbuat dari tepung terigu.Tim riset Hofmann menemukan bahwa antioksidan pronyl-lysine itu terbentuk dari proses penambahan ragi pada adonan roti maupun proses roti yang diolah tidak dengan bantuan ragi, misalnya dengan cara diuleni atau dibanting-banting dalam waktu yang lama. Proses dibanting-banting itu mengubah karbohidrat menjadi gula dan mendorong terjadinya proses peragian secara alami.Untuk roti yang menggunakan gandum utuh, tentu saja antioksidan yang dihasilkan lebih tinggi. Akan tetapi hati-hati, proses peng-oven-an yang terlalu lama bisa merusak antioksidan tersebut. Hasil riset ini dipublikasikan di American Chemical Society. Demikian seperti dikutip LIFE SatuHarapan.com.


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Bupati Herman dan ketua PMI Peringati Hari Kesehatan Nasional

Kesehatan

Puskesmas Tembilahan Laksanakan Skrining Bagi UKK Pelabuhan

Kesehatan

Dinkes Inhil Himbau Ibu Hamil Terapkan Pola Hidup Sehat

Kesehatan

Pentingnya Pola Makan Sehat

Kesehatan

Dinkes Inhil Himbau Masyarakat Terapkan 3 M Plus

Kesehatan

Dinas Kesehatan Inhil Himbau Masyarakat Terapkan "Isi Piringku"