BENGKALIS, PESISIRNEWS.com - Untuk mengatasi kebutuhan darah di Bengkalis, Palang Merah Indonesia (PMI) Bengkalis telah menyiapkan para pendonor pasif. Seperti yang diungkapkan H. Usman Efendi, Ketua PMI Kabupaten Bengkalis kepada pers di RSUD Bengkalis baru-baru ini.
"Kita sudah menyiapkan beberapa donor pasif yang siap untuk kita panggil untuk mendonorkan darah," ujarnya.
Menurut Usman, hal itu dilakukan dikarenakan umur darah yang hanya 28 hari, sehingga jika darah langsung didonorkan dan tidak termanfaatkan setelah
melewati batas waktu, darah itu hanya akan terbuang percuma.
"PMI melaksanakan kerjasama dengan rumah sakit, penyimpanan tetap dirumah sakit, karena kita tidak bisa menyimpan terlalu banyak, karena dirumah
sakit ini musim-musiman, karena jika dirumah sakit tidak dimanfaatkan darah selama satu bulan, karena darah itu umurnya 28 hari, sehingga dia
terbuang," terangnya.
"Donor pasif yang sudah kita galang yaitu dari Satpol PP, dari Kapolres, dari staf koramil dan dari mahasiswa dari 4 perguruan tinggi. masyarakat banyak
juga ada dari buruh-buruh pelabuhan sering melaksanakan donor darah," ungkapnya.
Ditambahkan Usman, kebutuhan darah untuk Bengkalis saat ini masih terpenuhi.
"Sampai saat ini kebutuhan darah dirumah sakit Bengkalis untuk masyarakat khususnya kota Bengkalis Insyaallah sampai saat ini tidak ada kendala.
karena itu kita menyediakan donor pasif. Insyaallah kebutuhan darah untuk pasien terpenuhi," ujarnya.
Sementara itu, untuk kebutuhan darah di Bengkalis mengalami kenaikan di bandingkan tahun sebelumnya.
"Sekarang kebutuhan darah untuk rumah sakit kita lebih kurang 300 kolf setiap bulan. jadi kita harus menyiapkan lebih kurang 300 tabung. sudah jauh
sekali meningkat dibanding tahun yang lalu hanya sekitar 100 tabung perbulan sekarang sudah 300 tabung kebutuhan darah," tutupnya. (Sof)