Didiskriminasi, orang gemuk makan banyak

- Jumat, 12 September 2014 14:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir092014/1410508660140106102757_obesitas_512x288_bbc_nocredit.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Bobot orang-orang yang mengalami diskriminasi bertambah berat.
PESISIRNEWS.com - Mempermalukan orang gemuk mengenai kondisi tubuh amat mungkin membuat bobot mereka bertambah berat, kata tim peneliti.Dalam kajian University College London yang melibatkan 3.000 orang selama empat tahun, responden ditanya apakah mereka mengalami diskriminasi yang mereka yakini disebabkan oleh bobot tubuh mereka.Satu dari 20 orang mengaku mengalami diskriminasi karena berat tubuh. Pengakuan itu lebih banyak di kelompok yang terdiri dari orang-orang penyandang obesitas. Sebanyak satu di antara tiga orang mengaku didiskriminasi di kelompok tersebut.Beberapa bentuk diskriminasi, antara lain, perlakuan tidak menyenangkan di toko, pelayanan kurang ramah, hingga pelecehan menyangkut bobot tubuh.Konsekuensi perlakuan tersebut, sebagaimana dilansir jurnal ilmiah Obesity, ialah pelampiasan kekecewaan dengan makan.Selama empat tahun, secara rata-rata, bobot orang-orang yang mengalami diskriminasi bertambah nyaris 1 kilogram. Sedangkan bobot mereka yang tidak mengalami diskriminasi menurun 0,7 kg.Dr Sarah Jackson, kepala tim peneliti dari departemen epidemiologi University College London, mengatakan diskriminasi terhadap penyandang obesitas sama sekali tidak dibenarkan.“Kajian-kajian terdahulu menemukan bahwa orang yang mengalami diskriminasi justru makan. Stres yang timbul akibat diskriminasi dapat meningkatkan selera makan, khususnya makanan yang tidak sehat dan penuh kalori,” kata Jackson.Prof Jane Wardle, direktur Kajian Kanker Inggris, mengatakan diskriminasi terhadap penyandang obesitas ialah bagian dari masalah obesitas.“Semua orang, termasuk dokter, harus menghentikan perilaku menyalahkan dan mempermalukan orang karena bobot tubuh mereka. Sebaliknya, memberikan sokongan, dan ketika waktunya tepat, pengobatan.” bbc


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Polda Riau Kerahkan Tim Kesehatan dan Trauma Healing ke Wilayah Terdampak Karhutla di Kerumutan

Kesehatan

Bupati Herman dan ketua PMI Peringati Hari Kesehatan Nasional

Kesehatan

Puskesmas Tembilahan Laksanakan Skrining Bagi UKK Pelabuhan

Kesehatan

Dinkes Inhil Himbau Ibu Hamil Terapkan Pola Hidup Sehat

Kesehatan

Pentingnya Pola Makan Sehat

Kesehatan

Dinkes Inhil Himbau Masyarakat Terapkan 3 M Plus