Kisah Mualaf Brandi Marino Menghadapi Abu Jahal Era Modern.

Haikal - Sabtu, 27 November 2021 12:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir112021/_9640_Kisah-Mualaf-Brandi-Marino-Menghadapi-Abu-Jahal-Era-Modern---.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Foto ilustrasi
PESISIRNEWS.COM - Brandi Marino memilih menjadi mualaf tahun 2011 memberkan kisahnya didunia Barat bukanlah mudah. Banyak tekanan, hinaan, hingga pengusiran dari orang orang terdekat, bahkan keluarga sendiri.

Dikutip dari Republika.co.id. Kisah mualaf bermula ketika Brandi tidak sengaja mendapatkan pesan dakwah dalam aplikasi pesannya. Brandi mengira pesan itu spam dan ia hendak menghapusnya.

Tetapi jarinya justru terhenti dan membuka pesan tersebut, membacanya hingga larut. Pesan itu membawanya bersyahadat dan memeluk Islam.

Brandi Marino berniat menyembunyikan agama barunya, sampai ia benar benar siap menceritakannya pada keluarganya tetapi tuhan berkata lain.[br]

"Saya melakukan yang terbaik untuk menyembunyikan unggahan facebooks apapun yang ada hubungannya dengan keyakinan baru saya dari keluarga. Tapi aku lupa menyembunyikan satu unggahan yang kemudian dilihat oleh sepupu saya. Ia kemudian memberi tahu paman saya yang juga menelepon ibu saya dan menumpahkan segala macam kebohongan keji tentang saya dan Islam" kata Brandi, dilansir dari About Islam.

Ujian mulai menimpa ketika Brandi diasingkan dari keluarganya karena agamanya. Pamannya terus meracuni ibunya tentang kekejian Islam dan mulai merendahkan ibunya karena anaknya memeluk Islam.

Ibunya mulai mengirim email tentang Islam, tentang kebohongan, dan hal-hal yang mengerikan yang dituliskan orang-orang. Ibunya mulai mempertanyakan dan meminta jawaban kenapa anaknya memilih agama Islam.

"Ia kemudian meminta saya menjelaskan mengapa saya memilih agama seperti itu," kata Brandi.

Meskipun Brandi sendiri baru mengenal Islam dan tidak memiliki semua jawaban atas pertanyaan yang selalu dilontarkan kepada Muslim baru, dia menahannya sendiri. Dia menanggapi email ibunya dengan kesabaran dan kasih sayang dan terutama kebenaran di luar propaganda melawan Islam.

Kesabarannya membuahkan hasil. Ibu dan ayah tirinya mulai menerimanya. Mereka juga sempat makan bersama.[br]

"Saya tahu ini adalah cara ibu saya untuk memberi tahu saya bahwa dia baik-baik saja dengan saya menjadi Muslim," ungkapnya.

Ibu Brandi meninggal tidak lama setelah makan bersama itu. Ibu Brandi sempat dilarikan ke rumah sakit dan itu adalah saat-saat terberat dalam hidupnya. Brandi harus menghadapi pamannya yang berusaha menyakiti ibunya dan menjelekkan Brandi.

“Ketika saya sedang duduk di ruang tunggu, paman saya datang dan mengejek saya, menyerang saya dan Islam. Itu sangat menyakitkan," kata dia.

Kemudian para dokter datang dan merekomendasikan agar alat-alat medis penopang kehidupan ibunya dilepaskan. Ini semakin menjadi alasan bagi pamannya melepaskan serangan yang lebih kejam lagi ketika ia berdiri di sana melihat ibu yang tengah sekarat.

Terlepas dari momen-momen traumatis yang tak terbayangkan yang dia hadapi, Brandi menahan penghinaan dari pamannya itu dengan anggun. Alih-alih menyerang pamannya, Brandi memilih undur diri.

Pamannya kemudian menyampaikan kepada ayah tirinya bahwa perilaku buruk Brandi seolah ada hubungannya dengan agama barunya, Islam. Tetapi ayah tirinya membelanya.[br]

Terlepas dari semua yang dia hadapi, Brandi tetap tenang dan ada di sana untuk keluarganya pada saat mereka mengalami tragedi. Dia mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dalam menghadapi kefanatikan dan dia tetap sabar. Inilah perjuangan terbesar, jihad mengendalikan diri. Brandi berjuang keras dan menang.

Sebagian besar Muslim yang masuk Islam di Barat, menghadapi orang-orang yang akan menjadi seperti Abu Jahal zaman modern. Mereka tidak akan pernah senang seseorang yang mereka kenal dan bahkan seseorang yang berhubungan dengan mereka telah menerima Islam sebagai jalan hidup. Mereka akan melakukan apa saja untuk menyakiti orang itu.

Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mereka yang memilih menjadi Abu Jahal dalam hidup kita. Namun, karakter Brandi patut diteladani saat menghadapi Abu Jahal era modern.(***).


Tag:

Berita Terkait

Islam

Gotong Royong Bersama di Islamic Center, Wujud Dukungan Lanjutan Pembangunan Kawasan Keagamaan

Islam

Bupati Herman Tinjau Islamic Center Syekh Abdurrahman Siddiq, Siap Lanjutkan Pembangunan

Islam

PJ Bupati Erisman Yahya Pimpin Rapat Kelanjutan Pembangunan Islamic Center di Tembilahan

Islam

Pj Bupati H Erisman Yahya Adakan Pertemuan untuk Percepatan Penyerahan Masjid Islamic Centre

Islam

Pj Bupati Inhil Herman Buka Secara Resmi Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam

Islam

Menkopolhukam Minta Ormas Islam Kawal Pemilu 2024 Berjalan sesuai Jadwal