Ustadz Abdul Somad Ungkap Pekerjaan Masa Lalunya Sebelum Jadi Dai, Sehari Digaji Rp100 Ribu

Haikal - Rabu, 31 Oktober 2018 18:25 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/dir102018/pesisirnews_Ustadz-Abdul-Somad-Ungkap-Pekerjaan-Masa-Lalunya-Sebelum-Jadi-Dai--Sehari-Digaji-Rp100-Ribu.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Apapun berita tentang dirinya selalu viral di media sosial.

Ustaz Abdul Somad sudah cukup dikenal namanya sebagai penceramah kondang di kalangan Muslim.

Ustaz kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 ini memiliki banyak jumlah penggemar dari kalangan orang biasa, pejabat, hingga para artis.

Hal itu karena gaya ceramahnya yang santai dan kerap dibumbui guyonan.

Videonya saat ia berceramah juga banyak dicari netizen di YouTube.

Terlepas dari berbagai hal di atas, sosok satu ini dikenal sebagai orang yang vokal saat membahas berbagai macam persoalan agama.

Sebelum menjadi ustaz ternama seperti saat ini, Ustaz Abdul Somad mengaku pernah bekerja di Mesir.

Ustaz Abdul Somad pernah mengenyam pendidikan di Mesir, tepatnya di Universitas Al-Azhar.

Lewat beasiswa, ia berhasil mendapatkan gelar Lc-nya dalam waktu tiga tahun 10 bulan pada pertengahan tahun 2002.

Menjadi mahasiswa di luar negeri tentunya Ustaz Abdul Somad harus berpikir   keras agar kebutuhan pribadinya bisa terpenuhi

Pria bernama lengkap  Batubara ini Abdul Somad pun membeberkan jika ia dulu sempat bekerja sebagai pembagi nasi kotak.

Hal itu terungkap dari video yang diunggah akun Instagram @abdulsomadfans, Senin (29/10/2018).

"Kami memang tak pernah menggantungkan diri kepada orang tua," buka Ustaz  di depan paraAbdul Somad jemaah.

"Lalu makan dari mana? Dari beasiswa. Tak pernah minta. Saya kuliah (di Mesir) tak pernah sepeserpun minta uang orang tua (untuk biaya hidup). Bukan karena orang tua saya susah," ujar Ustaz .Abdul Somad

Ia pun membeberkan pengalamannya semasa krisis moneter.

"Waktu krisis moneter, dollar Rp 20 ribu, bisa saya berangkat (ke Mesir). Ongkos ditanggung orang tua, berangkat. Waktu pulang ditanggung Al Azhar, pernah begitu. Tapi untuk minta duit tak pernah," katanya

Menurut Ustaz , saking dirinyAbdul Somad a tak pernah meminta uang kepada orang tua, sang ibu sempat curiga.

Sang ibu curiga kalau anaknya berutang untuk menyambung hidup di negeri orang.

"Emak saya tanya: 'berapa utang kau di Kairo?'. Tak ada mak. Berangkat ke Mesir, kuliah sambil kerja," ucap .Abdul Somad

"Bagi nasi kotak. Ini ringan kerjaannya," tandas UstazAbdul Somad

Instagram @ustadzabdulsomad

Menurutnya, kerja membagikan nasi kotak ini bisa membantu hidupnya selama di Mesir.

Terlebih upahnya pun cukup lumayan untuk mahasiswa seperti dirinya.

"Sehari berapa? Rp 150 ribu sehari, kali 30 hari Rp 7,5 juta," kata Ustaz.

"Rp 7,5 juta waktu itu banyak. Apa kerjanya? Bagi nasi kotak, ha cincai-lah," canda pria lulusan S2 Dar El Hadith El Hassania ini.

Namun, ternyata Ustaz  pernah mendAbdul Somad apatkan pengalaman yang tak bisa dia lupakan.

"Bagi nasi kotak apa susahnya? Eh, begitu sampai di airport, rupanya 10 hotel," katanya yang kemudian mengundang tawa.

"4 ribu orang (dibagikan nasi), Masya Allah," tutup Abdul Somad mengenang perjuangan beratnya semasa kuliah.

Simak video lengkapnya:

Selain perihal pekerjaan sampingannya sebagai pembagi nasi kotak di Mesir, Ustaz Abdul juga pernah mendapat pertanyaan menggelitik dari jemaah.

Yaitu, apakah ia pernah memiliki pacar di masa lalu atau tepatnya ketika kuliah di Mesir?

Meski pertanyaan terkesan remeh, Ustaz Abdul Somad pun menjawab.

Seperti yang diunggah oleh akun Instagram @abdulsomadfans, seminggu lalu.

"Ustaz dulu waktu di Mesir pernah pacaran?" kata Ustaz Abdul Somad menirukan pertanyaan dari seorang jemaah.

Ia pun melanjutkan.

"Saya 4 tahun di Mesir enggak pernah pacaran. Berani saya bersumpah. Memang enggak pernah , tanya temen-temen saya yang ada di Surabaya," kata Ustaz Abdul Somad.

Ustaz Abdul Somad  membeberkan alasannya.

"Kenapa? Enggak dapet!" tambahnya yang kemudian disambung gelak tawa para jemaah.

"Persaingan ketat. Mahasiswa Indonesia 2.400 orang, yang laki-laki 2.100. Yang perempuan 300. Hitung aja skala berapa itu," ucapnya.

"Habis semua digarap ketua-ketua persatuan, kita enggak dapet. Ya pokoknya sedih lah. Enggak ada apa-apanya sama Ketika Cinta Bertasbih," ujar Ustaz Abdul Somad kemudian tersenyum.

Ustaz Abdul Somad lalu memberikan semangat para jemaahnya.

sumber : bangkapos

Berita Terkait

Islam

Perkuat Layanan Kesehatan Anak, Bupati Herman Apresiasi Program I-CARE IDAI Riau

Islam

Tim KKP Evakuasi Diduga Bangkai Paus di Perairan Sungai Bahale Mandah

Islam

Warga Temukan Jenazah Pria di Dalam Togok Jaring Ikan di Sungai Batang

Islam

Wakapolres Inhil Bekali Kader HMI Materi Green Policing, Dorong Generasi Muda Peduli Lingkungan

Islam

Inhil Dorong Hilirisasi Kelapa, Penguatan Perkebunan Rakyat Jadi Perhatian

Islam

Diduga Bangkai Paus Sepanjang 8 Meter Ditemukan Terdampar di Tepian Pantai Bakau Mandah