Menlu Jepang akan ke Beijing dan Bahas Pembebasan Pengusaha Jepang yang Ditahan China

- Sabtu, 01 April 2023 09:51 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir042023/_3617_Menlu-Jepang-akan-ke-Beijing-dan-Bahas-Pembebasan-Pengusaha-Jepang-yang-Ditahan-China.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi bermaksud untuk bertemu dengan mitranya di Beijing pada 1 April. (web archive)

TOKYO (Pesisirnews.com) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Yoshimasa Hayashi mengumumkan pada hari Jumat rencana untuk mengunjungi Beijing pada Sabtu ini untuk melakukan pembicaraan dengan timpalannya dari China, Qin Gang.

Dalam pernyataannya yang dilansir dari asia.nikkei.com, Sabtu, Hayashi mengatakan akan mendorong pembebasan awal seorang pengusaha Jepang yang baru-baru ini ditahan di negara tersebut atas tuduhan spionase .

Pada konferensi pers dia juga menyampaikan akan melakukan perjalanan empat hari ke Ibu Kota Belgia, Brussel, mulai Senin untuk menghadiri pertemuan menteri luar negeri negara-negara dan mitra NATO, di mana mereka kemungkinan akan menegaskan kembali sikap bersatu mereka atas invasi Rusia ke Ukraina.

Merujuk pada rencana kunjungan dua harinya ke Ibu Kota China mulai Sabtu, Hayashi mengatakan dia akan menjelaskan posisi Jepang mengenai isu terkini antara Tokyo dan Beijing, termasuk kasus penahanan.

Hayashi akan menjadi menteri luar negeri Jepang pertama yang mengunjungi China sejak Desember 2019, serta yang pertama mengadakan pertemuan langsung dengan mitranya dari China sejak November 2020, menurut Kementerian Luar Negeri Jepang.

Pertemuan tersebut dilakukan saat Jepang mendesak pembebasan seorang karyawan senior perusahaan farmasi Jepang Astellas Pharma, yang ditahan di Beijing pada bulan Maret karena dicurigai terlibat dalam spionase, yang menambah ketegangan pada hubungan bilateral.

"Saya akan melakukan pertukaran pandangan yang jujurdan mendalam [dengan Qin] untuk membangun hubungan Jepang-Tiongkok yang konstruktif dan stabil," kata Hayashi.

Hayashi mencatat bahwa kunjungannya ke China merupakan bagian dari persiapan KTT Kelompok Tujuh yang akan diselenggarakan oleh Jepang di Hiroshima pada bulan Mei.Anggota G-7 berencana untuk membahas banyak masalah terkait kawasan Indo-Pasifik, termasuk yang melibatkan China.

Beijing juga mengumumkan rencana perjalanan Hayashi ke China, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, yang mengatakan pada konferensi pers Jumat bahwa negara itu menekankan pentingnya kunjungan tersebut, dan menambahkan bahwa itu akan meningkatkan dialog dengan Tokyo.

[br]

Mao menggemakan pandangan Hayashi, mengatakan Beijing akan berusaha untuk mempromosikan pembangunan hubungan China-Jepang yang stabil dan konstruktif untuk era baru.

Dia juga mengatakan China dan Jepang adalah tetangga satu sama lain, dan hubungan yang sehat dan stabil di antara mereka dalam melayani kepentingan bersama kedua negara dan kawasan.

“Beijing sangat ingin bekerja sama dengan Tokyo untuk menjadikan peringatan 45 tahun penandatanganan Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan bilateral 1978 sebagai kesempatan untuk memperdalam kerja sama praktis dan mengelola serta mengendalikan perbedaan," kata Mao.

Jepang dan China telah lama berselisih mengenai Kepulauan Senkaku yang dikuasai Tokyo di Laut China Timur, yang diklaim Beijing dan disebut Diaoyu, dengan kapal Penjaga Pantai China berulang kali memasuki perairan teritorial di sekitar pulau tak berpenghuni itu.

(PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

International

Pj Bupati Inhil Erisman Yahya Terima Kunjungan Kerja KaKanwil Kementerian Agama Provinsi Riau

International

Timnas Indonesia Latihan Perdana Di China

International

7 Perguruan Tinggi Indonesia Jalin Kerja Sama dengan 7 Perguruan Tinggi China

International

Viral, Wanita Pencuci Piring Berangkat Kerja Diantar Naik Mobil Mewah Bentley

International

Menhub Malaysia Sebut Kerja Sama dengan China Tak akan Membuat Malaysia Terjebak Utang

International

Biden Keliru Memuji Kanada dengan menyebutnya "China"