Maskapai Penerbangan Bangladesh Diretas, Hacker Minta Tebusan Rp 75,8 Miliar

- Senin, 27 Maret 2023 10:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir032023/_6570_Maskapai-Penerbangan-Bangladesh-Diretas--Hacker-Minta-Tebusan-Rp-75-8-Miliar.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Kantor Biman Bangladesh Airlines di Dhaka. (RTV Online) 

DHAKA (Pesisirnews.com) - Situs maskapai penerbangan Biman Bangladesh Airlines mendapat serangan ransomware oleh hacker pada Jumat (24/3) lalu.

Saluran berita Bangladesh rtvonline, pada Minggu melaporkan, peretas disebutkan meminta Biman Bangladesh Airlines uang tebusan sebesar 5 juta dolar (Rp 75,8 miliar).

Peretas mengklaim telah mencuri lebih dari 100 GB informasi pribadi dan rahasia dari pesawat. Selain itu, mereka juga mengklaim mengunduh banyak data penting dari jaringan internal pesawat.

Peretas juga mengancam akan menerbitkan informasi yang mereka retas di blog-nya jika uang itu tidak dibayarkan sesuai permintaan.

Lima hari telah berlalu, meskipun peretas tidak mengungkapkan apapun, sejauh ini pihak berwenang belum dapat memulihkan server email pesawat tersebut.

Terkait adanya permintaan uang tebusan dari hacker kepada pihak maskapai, Menteri Negara Penerbangan dan Pariwisata Bangladesh, Mahbub Ali, menyatakan bahwa permintaan uang tebusan kepada Biman Bangladesh Airlines tidak benar.

“Kami tidak memiliki informasi untuk mengklaim adanya permintaan uang dari hacker,” kata Ali pada upacara penerbitan buku peringatan 'Mujib's Bangladesh' di sebuah hotel di Dhaka, Minggu (26/3).

Menurut Ali, peretas tidak dapat mengambil informasi apapun dari jaringan Biman Bangladesh Airlines.

“Mereka (hacker) tidak bisa menembus firewall. Serangan adalah kerugian tetapi peretas tidak bisa melakukan banyak kerusakan,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa penyelidikan atas insiden tersebut sedang berlangsung dan tindakan yang diperlukan telah diambil. Termasuk apakah ada kelalaian dalam insiden ini atau tidak.

[br]

Sementara itu, Shafiul Azim, direktur pelaksana Biman mengatakan, bahwa mereka telah menginformasikan hal tersebut kepada kementerian terkait ketika peretasan tersebut diketahui.

“Departemen keamanan digital telah diberitahu sesuai hukum, tim mereka telah berkunjung. Kami akan berkoordinasi dengan Kemenkominfo,” kata Azim.

Azim mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah dalam operasi dan mereka masih bekerja sampai sekarang.

“Kami tidak mengalami kerusakan besar. Tindakan sedang berlangsung tentang bagaimana mencegah insiden semacam itu. Jika ada kelalaian maka akan dilakukan tindakan yang diperlukan, serta evaluasi terhadap keamanan jaringan,” jelasnya.

(PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

International

H. Syamsuddin Uti Tegaskan: Waspada Penipuan yang Mengatasnamakan Dirinya

International

PM Sheikh Hasina: Kemajuan Suatu Bangsa Ditentukan Lewat Penguasaan Teknologi

International

Kekurangan Dana, PBB akan Pangkas Bantuan Makanan bagi Pengungsi Rohingya

International

Parlemen Bangladesh Setujui RUU Pensiun untuk Semua Warga Negara

International

Sempat Diduga Diretas, Ternyata Laman Resmi Presiden Belum Bayar Domain

International

Diduga Salahi Izin Tinggal, 75 Warga Bangladesh Diamankan di Rudenim Pekanbaru