Profesor Israel Ungkap Hubungan Mesra Iran-Israel sebelum Jadi Musuh Bebuyutan

- Selasa, 14 Maret 2023 12:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir032023/_7301_Profesor-Israel-Ungkap-Hubungan-Mesra-Iran-Israel-sebelum-Jadi-Musuh-Bebuyutan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Hubungan antara Iran dan Israel yang dahulunya pernah berteman dekat, kini jadi musuh bebuyutan. (AP)

(Pesisirnews.com) - Bagi sebagian orang mungkin akan terkejut dan menganggap mustahil antara Iran dan Israel dahulunya pernah punya hubungan yang sangat baik. Terlebih, Iran pernah bersumpah untuk menghapus Israel dari "muka bumi" dan mengatakan bahwa Holocaust adalah "mitos".

Dibalik kegarangan pemimpin Republik Islam Iran terhadap Israel, dan keberanian Israel yang kerap menyerang Iran dengan alasan untuk menghentikan kemampuan nuklirnya, faktanya kedua negara itu memang pernah punya hubungan yang harmonis.

Fakta bahwa antara Iran dan Israel dulu pernah berteman dekat diungkap oleh Meir Litvak, profesor di Universitas Tel Aviv.

“Sampai revolusi 1979, Iran dan Israel adalah teman, sekutu, dan mereka memiliki kerja sama militer dan ekonomi yang erat,” kata Profesor Litvak, yang dikutip dari america.cgtn.com, Selasa.

Hanya saja menurut Litvak, hubungan erat Teheran dan Tel Aviv ini tidak pernah ‘disosialisasikan’, secara terbuka.

Shah Iran biasa menyebutnya seperti hubungan cinta secara rahasia. Bahkan, Israel juga punya kedutaan di Iran, tetapi tidak pernah dinyatakan sebagai kedutaan.

“Semua orang tahu tentang itu, tapi itu bukan yang resmi,” ungkap Litvak.

[br]

Awal mula Iran bermusuhan dengan Israel

Pecahnya hubungan pertemanan Iran-Israel terjadi setelah Ayatollah Khomeini berhasil menyingkirkan monarki Iran yang dipimpin oleh Raja Mohammad Reza Pahlavi melalui Revolusi Islam Iran pada 1979.

Pasca tergulingnya Mohammad Reza Pahlavi sebagai raja terakhir Iran dari tampuk kekuasaannya, Ayatollah Khomeini mengganti bentuk negara dari kerajaan menjadi Republik Islam Iran.

Ayatollah Khomeini secara pribadi dikenal sangat anti-Israel. Dia menganggap Israel sebagai penjajah ilegal Yerusalem dan bertanggung jawab atas "genosida" penduduk Palestina.

“Pada dasarnya sejak 1979, hingga hari ini, Iran menyatakan bahwa Israel harus dilenyapkan sebagai sebuah negara. Itu seharusnya bukan negara,” ujar Profesor Litvak.

Pemimpin baru di negara itu mengadopsi sikap anti-Israel yang kuat, mencela negara Yahudi sebagai kekuatan imperialis di Timur Tengah.

Setelah revolusi 1979, Iran mampu membangun angkatan bersenjata yang kuat, yang secara teratur memerangi Israel melalui perang proksi menggunakan kelompok milisi yang ada di Palestina dan Lebanon.

Iran telah memasok lebih dari 130.000 roket ke Hizbullah yang mengancam Israel. Selain itu, Iran juga mengucurkan dana lebih dari $100 juta per tahun untuk Hamas di Gaza dan lebih dari $16 miliar untuk mendukung Suriah dan sekutunya antara tahun 2012 dan 2020.

Sementara, Israel percaya potensi Iran untuk membangun senjata nuklir merupakan ancaman bagi Israel, dan Israel dilaporkan bertanggung jawab atas sabotase terhadap program atom Iran.

Israel juga dilaporkan berada di balik pembunuhan lima ilmuwan nuklir Iran di Teheran sejak 2010 dan beberapa serangan dunia maya di situs nuklir Iran.

[br]

Mungkinkah Iran-Israel kembali berteman?

Peneliti dan penulis jurnal Pusat Studi Strategis di Teheran, Ali Akbar Dareini, menyebut terjadinya perubahan kepemimpinan dan bentuk negara pascarevolusi 1979 membuat terjadi pula perubahan pada kebijakan politik Iran terhadap Israel.

Pemimpin baru Republik Islam Iran melihat Israel sebagai garnisun Amerika Serikat, perpanjangan tangan AS di jantung Timur Tengah. Dan Iran di bawah pemimpin Republik Islam adalah pendukung besar perjuangan Palestina.

“(Pemimpin) Iran percaya bahwa Israel telah dibuat atas dasar pendudukan dan atas dasar ideologi Zionis, yang merupakan gerakan sekuler nasionalis yang bertujuan untuk menciptakan negara Yahudi bagi orang Yahudi. Bahkan dalam Deklarasi Kemerdekaan Israel, itu tidak menentukan perbatasan apapun,” kata Dareini.

Meski beberapa negara Arab seperti Mesir, UEA, Bahrain, Sudan dan Maroko sudah menormalisasi hubungan mereka dengan Israel, tetapi Iran sebagai salah satu negara yang berada di jantung Timur Tengah dinilai pengamat Barat akan sangat sulit untuk berdamai dengan Israel.

Meski demikian, analis Barat menilai perdamaian antara Iran-Israel di masa mendatang juga tidak tertutup kemungkinan bisa terjadi.

Kemungkinan kedua negara kembali berdamai itu menurut analis Barat karena rakyat Iran diyakini sudah jemu dengan para teokrat Teheran yang memerintah secara otoriter dan dengan ‘tangan besi’.

Kondisi itu bak “api dalam sekam” yang rentan dengan terjadinya pergolakan rakyat Iran hingga bisa memicu kembali terjadinya revolusi di Iran.

Ditambah, penguasa Iran yang terdiri dari para pemimpin agama itu telah sering mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk kepentingan perang proksi mereka terhadap Israel, dan sering terlibat pada konflik yang terjadi di Timur Tengah, demi menegaskan supremasi Iran di kawasan tersebut.

Padahal, uang yang dihabiskan Iran atas keterlibatannya dalam berbagai konflik itu dipandang rakyat Iran jauh lebih berguna dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan di dalam negeri.

Pengamat Barat berasumsi, jika aktivis pro demokrasi Iran yang banyak berjuang di luar negeri melalui gerakan 'bawah tanah' berhasil menyingkirkan para teokrat Teheran dengan revolusi baru, maka di bawah kepemimpinan yang lebih moderat bisa saja Iran akan menormalisasi kembali hubungannya dengan Israel.

Namun kondisi tersebut (revolusi), tentu tidak semudah yang dibayangkan akan segera terjadi di Iran, karena para teokrat Teheran juga memiliki pengaruh yang telah mengakar di sebagian besar rakyat Iran.

(PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

International

Kebakaran di Kateman, 4 Bangunan Warga Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

International

Bupati Herman Lepas Pawai Ta’aruf, MTQ Kecamatan Pelangiran Jadi Momentum Syiar Islam dan Lahirkan Generasi Qur’ani

International

Kapolsek Kateman Cup 2026 Resmi Dibuka, Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80

International

Polsek Kateman Lanjutkan Bedah Rumah Layak Huni Hari Kedua, Wujud Kepedulian di Hari Bhayangkara ke-80

International

Bupati Inhil Herman Tutup MTQ ke 56 Tingkat Kecamatan Kateman

International

Polsek Kateman Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama TNI dan Masyarakat, Pererat Kebersamaan di Tengah Euforia Sepak Bola