Sulit Memperoleh F-16 dari AS, Turki Pertimbangkan Membeli Jet Tempur China dan Rusia

- Senin, 06 Maret 2023 15:11 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir032023/_3064_Sulit-Memperoleh-F-16-dari-AS--Turki-Pertimbangkan-Membeli-Jet-Tempur-China-dan-Rusia.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Jet tempur Chengdu J-20 generasi terbaru buatan China yang lebih murah dibanding jet tempur Lockheed F-35 buatan AS. (Kredit via Business Insider)

ANKARA (Pesisirnews.com) - Pada April 2021, Amerika Serikat (AS) mengeluarkan Turki dari program pembangunan F-35 setelah Ankara membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia.

Sebagai gantinya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki telah menerima tawaran dari AS untuk membeli jet F-16, yang berada satu generasi di belakang F-35.

Tetapi, pada akhir Februari, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa negaranya tidak dapat menjual jet tempur F-16 ke Turki tanpa persetujuan dari Kongres AS.

Ketidakjelasan sikap AS untuk melepas F-16 ke Turki, membuat Ankara meninjau kembali keinginannya untuk membeli pesawat tempur buatan AS itu.

Karena itu, Turki kemungkinan akan membatalkan keputusannya untuk membeli jet tempur F-16 dari AS.

Alasannya, Ankara telah melihat beberapa pilihan pesawat tempur lain yang lebih modern dan dengan harga yang lebih terjangkau.

Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Keamanan dan Kebijakan Luar Negeri Kepresidenan Turki, Cagri Erhan, dalam wawancara dengan kantor berita Sputnik, yang dilansir Senin.

Dia yakin Pemerintah Turki telah melakukan kesalahan dengan mengajukan pembelian F-16 ke Washington DC, yang sampai hari ini masih ditolak Kongres AS dengan alasan yang tidak jelas.

“Saya percaya bahwa setelah gempa bumi (Februari lalu), Turki akan menyerah meminta F-16 karena paket biayanya mencapai 20 miliar dolar AS,” kata Erhan.

Lagi pula, teknologi F-16 saat ini sudah ketinggalan zaman dan dianggap tidak dapat bersaing dengan jet-jet lain dengan teknologi terbaru.

[br]

Erhan menyebut, Turki harus segera membuat keputusan untuk mencari pengganti F-16 ke yang lain.

“Sekarang kami memiliki opsi lain seperti jet China yang dijual ke Pakistan, jet Rusia dan juga jet Eurofighter,” kata Erhan.

Sebelumnya, pada 18 Januari, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengatakan negaranya berharap dapat mengatasi kesulitan pembelian F-16 dengan Washington DC.

Ankara menegaskan bahwa pembelian itu sejalan dengan kepentingan strategis bersama antar kedua negara.

Namun, Kongres AS telah memperdebatkan apakah akan memasukkan pembatasan penjualan jet tempurnya ke Turki dalam anggaran pertahanan tahunannya untuk tahun fiskal 2023, yang hingga kini belum menghasilkan persetujuan.

Sementara, Departemen Luar Negeri AS telah berusaha meyakinkan anggota parlemen bahwa kesepakatan itu (penjualan F-16 ke Turki) sejalan dengan kepentingan Washington DC.

(PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

International

Polsek Kempas Rampungkan Renovasi Jembatan Menuju SD 012 Rumbai Jaya

International

Bupati Herman Atensi Pembangunan Pasar Yos Sudarso yang Sudah Terlihat Tua, Kumuh, dan Memprihatinkan

International

Polsek Gaung Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

International

Polres Inhil Gelar Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Desa Sungai Luar

International

Rakor Pengendalian Inflasi 2026 Dipimpin Tomsi Tohir, Bupati Inhil Ikuti Secara Virtual

International

Bangun Generasi Peduli, RA Khalifa Tekankan Pentingnya Empati Anak