WASHINGTON, DC (Pesisirnews.com) - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penjualan senjata ke Taiwan sebesar $ 619 juta atau sekitar Rp 9,4 triliun berupa amunisi untuk jet tempur F-16. Pentagon pada Rabu mengumumkan langkah ini kemungkinan besar akan membuat Beijing marah.
Paket tersebut mencakup 100 AGM-88B High Speed Anti Radiation Missiles (HARM), 200 AIM-120C-8 Advanced Medium Range Air-to-Air Missiles (AMRAAM), dan peluncur serta rudal dummy untuk pelatihan, kata Pentagon dalam sebuah pernyataan yang dikutip AP, Kamis.
“Penjualan tersebut akan meningkatkan kemampuan Taiwan untuk menyediakan pertahanan wilayah udaranya, keamanan regional, dan interoperabilitas dengan Amerika Serikat,†lanjut pernyataan itu.
Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan China atas Taiwan, serta jatuhnya balon bulan lalu di wilayah udara AS yang menurut Washington adalah perangkat mata-mata China.
Taiwan telah memerintah sendiri selama lebih dari tujuh dekade, tetapi Beijing menganggapnya sebagai provinsi pemberontak.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan secara terpisah bahwa penjualan itu konsisten dengan Undang-Undang Hubungan Taiwan.
[br]
Disisi lain, Washington mengatakan tetap menghormati hanya ada satu negara China, sebagaimana yang disebut Beijing sebagai ‘Kebijakan Satu China’.
“Dukungan Amerika Serikat untuk Taiwan dan langkah-langkah yang diambil Taiwan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan diri berkontribusi pada pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan di dalam kawasan,†kata Departemen Luar Negeri.
Taiwan mengatakan menyambut baik penjualan senjata AS pertama tahun ini dan yang kesembilan sejauh ini selama masa jabatan Presiden Joe Biden.
“Dalam menghadapi ekspansi militer China yang terus berlanjut dan perilaku provokatif, Taiwan akan terus secara aktif meningkatkan kemampuan pertahanan dirinya,†kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Jeff Liu.
(PNC)