TEHERAN (Pesisirnews.com) - Seorang pria Iran berusia 50 tahun menyerang Kedutaan Besar Azerbaijan di Teheran pada Jumat (27/1/) pagi sekitar pukul 8.30 waktu setempat.
Kementerian Luar Negeri Republik Azerbaijan mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan atas serangan yang terjadi di pos jaga di luar kedutaannya di Teheran.
Pelaku penyerangan berhasil membunuh kepala tim keamanan kedutaan dengan senjata Kalashnikov pada pukul 8:30 pagi pada hari Jumat," kata pernyataan itu pada Jumat, menambahkan, "Dua orang juga terluka."
Kementerian Luar Negeri Azerbaijan juga mengungkap bahwa orang yang meninggal itu adalah Orhan Askarov.
Sementara, situs web Iran Ruwaidad 24 mengatakan, "Orkhan Askarov adalah kepala tim keamanan di Kedutaan Besar Republik Azerbaijan di Teheran, yang kehilangan nyawanya dalam serangan terhadap kedutaan merupakan seorang tentara berpangkat letnan di Azerbaijan."
[br]
Pejabat kejaksaan Iran mengungkap motif serangan
"Orang yang menyerang kedutaan Azerbaijan mengklaim dalam penyelidikan awal bahwa motif serangan itu sepenuhnya bersifat pribadi," kata asisten jaksa dan kepala Kantor Kejaksaan Kriminal Teheran, Mohammad Shahriari.
"Dalam penyelidikan awal, terdakwa mengklaim bahwa April lalu istrinya pergi ke kedutaan Azerbaijan di Teheran dan tidak pernah kembali ke rumah," ungkap Shahriari dalam pernyataannya kepada wartawan.
“Selama kunjungan saya yang berulang kali ke kedutaan Azerbaijan di Teheran, saya tidak menerima tanggapan apapun dari mereka dan saya mengira istri saya hadir di kedutaan dan tidak ingin bertemu dengan saya,†kata Shahriari menyampaikan pengakuan penyerang.
Dia melanjutkan, “Pagi ini, saya memutuskan untuk pergi ke kedutaan dengan senapan Kalashnikov yang sudah saya siapkan.â€
Terpisah, Jenderal Hossein Rahimi, kepala polisi Teheran, memberi tahu kedutaan Azerbaijan bahwa pelaku penyerang tersebut telah berhasil mereka tangkap. Dia menyebutkan pelaku memasuki kedutaan dengan dua anaknya yang masih kecil.
"Penyerang menyatakan dalam penyelidikan awal bahwa motifnya adalah masalah pribadi dan keluarga,†kata Rahimi.
[br]
Uni Emirat Arab dan Arab Saudi mengutuk serangan di Kedubes Azerbaijan
Uni Emirat Arab dan Kerajaan Arab Saudi dalam dua pernyataan terpisah mengutuk serangan yang menargetkan kedutaan Azerbaijan di ibu kota Iran, Teheran.
Sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Kantor Berita Resmi Emirates mengatakan: "UEA mengutuk keras serangan teroris yang menargetkan Kedutaan Besar Republik Azerbaijan di ibu kota Iran, Teheran. (Kami) menekankan kewajiban untuk melindungi gedung-gedung diplomatik."
Badan itu menambahkan, "Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional menegaskan bahwa UEA menyatakan kecaman kerasnya atas tindakan kriminal ini, dan penolakan permanennya terhadap segala bentuk kekerasan dan terorisme yang bertujuan untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas serta bertentangan dengan moral dan nilai-nilai kemanusiaan, dan prinsip.
Sedangkan pemerintah Saudi melalui kantor kementerian luar negeri menerbitkan pernyataan resmi yang mengatakan: "Kementerian Luar Negeri menyatakan kecaman keras Kerajaan atas serangan bersenjata terhadap Kedutaan Besar Republik Azerbaijan di Ibu Kota Iran, Teheran."
"Kementerian menegaskan solidaritas Kerajaan dengan Republik Azerbaijan dan orang-orangnya yang ramah dalam bencana ini, menyerukan penghormatan terhadap kesucian misi diplomatik dan untuk menghukum para pelakunya,†sebut pernyataan itu. (PNC/AP/AFP)