MOSKOW (Pesisirnews.com) - Untuk pertama kalinya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia mengungkapkan pekerjaan kru drone "Mosquit" di area operasi militer khusus, yang menunjukkan kemampuan saluran komando ini dalam mencegah musuh mengirimkan informasi.
Laporan kantor berita TASS pada Rabu, menyebut jenis drone ini juga digunakan untuk pengintaian nirkabel, elektronik, dan optoelektronik, serta untuk menemukan dan membungkam stasiun komunikasi seluler.
Disamping itu, Kemenhan Rusia juga mengklaim jika drone yang baru ini mampu mengganggu kinerja satelit Starlink yang berada di orbit rendah Bumi.
Sebelumnya, sebagaimana telah dinyatakan Elon Musk selaku pemilik Starlink, bahwa pihaknya akan membantu Ukraina dalam penyediaan akses komunikasi dan internet yang mengalami gangguan dari pihak Rusia.
Salah satu komandan faksi penghubung mengatakan: "Kami menemukan unit dan individu militer Ukraina yang mengarahkan drone ke pasukan dan melakukan penyesuaian dalam tembakan artileri. Kami juga menemukan sumber transmisi radio, menentukan lokasi dan koordinatnya, dan mengirimkan informasi itu kepada unit bersenjata.â€
[br]
Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa drone "Mosquit" dirancang berdasarkan drone "Orlan" buatan Rusia, dan dilengkapi dengan unit elektronik tambahan.
Ia menjelaskan, metode perang elektronik udara ini digunakan di area operasi militer untuk mencegah musuh menguasai pasukannya, dengan mempengaruhi simpul komunikasi pusat komando yang jauh dari garis depan.
Selain itu, operator drone dapat beralih dari peperangan elektronik ke pengintaian udara dengan mengoperasikan kamera video untuk mengarahkan serangan artileri ke arah musuh. (PNC)