Rusia Mundur dari Kherson, Apakah Itu Sinyal Kekalahan ‘Beruang Merah?’

- Sabtu, 12 November 2022 11:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir112022/_6651_Rusia-Mundur-dari-Kherson--Apakah-Itu-Sinyal-Kekalahan--lsquo-Beruang-Merah--rsquo-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Rusia telah memerintahkan penarikan pasukan dari Kherson. (Kredit Foto: Twitter/ANI)

MOSKOW (Pesisirnews.com) - Rusia dilaporkan pada Rabu kemarin telah memutuskan untuk menarik pasukannya dari kota Kherson yang memiliki posisi strategis, yang terletak di tenggara Ukraina. Keputusan ini disetujui setelah pertemuan penting Departemen Pertahanan Rusia.

Negara yang berjuluk ‘Beruang Merah’ ini disebut mengambil keputusan mundur karena serangan dua arah terus menerus dari Ukraina yang berkembang pesat.

Menurut kantor berita TASS, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah memerintahkan pasukannya untuk mundur dari kota Kherson dan mengambil garis pertahanan di tepi seberang Sungai Dnipro. Keputusan ini disebut dilakukan atas saran dari Jenderal Sergei Surovikin.

Jenderal Sergei Surovikin dengan tegas menyatakan bahwa tidak mungkin lagi memasok sumber daya ke kota Kherson.

Pejabat tinggi militer mengatakan bahwa tekanan pada Kherson meningkat pesat dan pasukan Rusia tidak mendapatkan pasokan pada kecepatan itu.

Dalam situasi seperti itu, serta dengan mendekatnya musim dingin, masalah para prajurit akan meningkat. Inilah alasan mengapa Rusia memerintahkan pasukannya untuk mundur.

Setelah menarik mundur pasukannya dari Kherson, Rusia memutuskan untuk membangun benteng pertahanan di sisi lain sungai Dnipro.

Ini adalah keputusan paling penting setelah serangan ke Ukraina, di mana tentara Rusia harus mundur dari Ibu Kota negara itu.

Namun langkah mengejutkan Rusia mundur dari Kherson menjadi kewaspadaan tersendiri bagi Ukraina karena sejak awal invasi, Rusia dengan cukup mudah merebut dan menghancurkan kota itu.

Terlebih Rusia juga mengevakuasi sejumlah penduduk yang pro-Rusia ke wilayah yang lebih aman dengan alasan mereka dikhawatirkan akan mendapat ‘tekanan’ dari militer Ukraina.

[br]

Terhadap situasi itu, sejumlah pengamat militer menyebut Rusia kemungkinan sedang menyusun strategi baru dan menata ulang kekuatannya yang melemah akibat perlawanan hebat tentara Ukraina.

Di sisi lain, pengamat menilai mundurnya Rusia dari Kherson besar kemungkinan hal itu memang menunjukkan Rusia sedang mengalami masalah, terutama dalam suplai logistik dan peralatan tempur yang banyak hancur akibat serangan Ukraina setelah negara ini mendapat bantuan senjata berpresisi tinggi dari Barat.

Tetapi beberapa pihak yang skeptis masih meragukan Ukraina telah mampu mengalahkan Rusia di medan tempur Kherson, sebelum seluruh wilayah itu benar-benar berkibar bendera Ukraina. (PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

International

Komandan Wagner Klaim Berhasil Menewaskan 38.000 Tentara Ukraina

International

Ukraina Pesan 100 Kendaraan Lapis Baja Rosomak dari Polandia

International

Putin Tuding AS dan Nato Membentuk Aliansi Global Mirip Perang Dunia II

International

Rusia - Ukraina Saling Klaim Tewaskan Ratusan Serdadu dalam Pertempuran Bakhmut

International

Diperkirakan Jutaan Amunisi Mengalir dari Iran ke Rusia

International

Sulit Memperoleh F-16 dari AS, Turki Pertimbangkan Membeli Jet Tempur China dan Rusia