SANA’A (Pesisirnews.com) - Pasukan penjaga pelabuhan minyak Qena, yang terletak di distrik Radhum, Yaman, berhasil menggagalkan upaya pemberontak Houthi untuk menargetkan kapal bahan bakar saat menurunkan muatannya di dermaga pelabuhan, Rabu.
Dilansir dari laman Al-Hadath.net, Kamis, sumber militer mengatakan bahwa milisi Houthi mencoba menargetkan pelabuhan minyak Qena di distrik Radhum dengan drone bunuh diri.
Sumber-sumber tersebut mengonfirmasi bahwa drone Houthi berhasil dilumpuhkan dan serangan itu digagalkan.
Dia menjelaskan bahwa upaya milisi Houthi untuk menargetkan pelabuhan bertepatan dengan masuknya kapal bahan bakar untuk mengosongkan ribuan ton solar.
Pasca digagalkannya serangan itu, kapal tersebut melanjutkan membongkar pengiriman bahan bakar.
Serangan itu jika berhasil, selain akan menimbulkan kebakaran hebat di pelabuhan juga akan menyebabkan bencana lingkungan besar di Laut Arab di lepas pantai timur Yaman, menurut laporan berita NewsYemen.
Serangan itu terjadi sekitar tiga minggu setelah serangan serupa Houthi di pelabuhan minyak al-Nashima di provinsi yang sama, dan satu lagi di pelabuhan minyak al-Dabba di provinsi Hadhramaut.
[br]
Pemerintah Yaman mengecam serangan itu dan milisi Houthi ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Yaman.
Milisi Houthi yang didukung Iran telah mengancam lebih dari satu kali untuk menargetkan fasilitas minyak, perusahaan produksi dan ekspor, dan perusahaan pengiriman minyak di Bahrain dan Arab Saudi.
Sebelumnya, Duta Besar AS untuk Yaman, Stephen Fagin, mengunjungi Kegubernuran Hadhramaut, di tenggara negara itu, hari Selasa, yang disebut untuk menunjukkan dukungan Washington kepada pemerintah. (PNC)