TEHERAN (Pesisirnews.com) - Beberapa situs web penting milik pemerintah Iran telah dihapus oleh peretas aktivis internasional yang mengaku dari kelompok Anonymous.
Situs-situs web milik pemerintah yang dihapus oleh kelompok peretas tersebut yakni situs kepresidenan Iran, kantor berita Fars yang berafiliasi dengan pemerintah, dan pusat penelitian medis forensik Iran, yang saat ini tidak lagi tersedia.
Tindakan kelompok peretas tersebut dikatakan sebagai sebuah langkah dalam mendukung protes nasional, menyusul kematian Mahsha Amini, seorang wanita Iran berusia 22 tahun setelah penangkapannya oleh polisi moral Iran.
Pada 20 September, akun Twitter yang mengaku milik kelompok Anonymous memposting pesan video yang bersumpah mendukung para pengunjuk rasa dan untuk hak-hak perempuan.
"Kami di sini dan kami bersamamu! #OpIran Terlibat. Harapkan Kami!" tulis pesan itu dikutip dari Radio Free Europe, Kamis.
"Ini adalah yang terakhir, rakyat Iran tidak sendirian,†kata sebuah suara yang diubah pada video yang diklaim berasal dari Anonymous, mengingatkan tentang kematian Mahsha Amini.
[br]
Demonstrasi meletus di seluruh Iran baru-baru ini atas kematian Amini, dan pemerintah Iran memberlakukan penutupan Internet hampir total pada 21 September ketika protes nasional berlanjut.
Baca juga: Iran Dilanda Protes 'anti-jilbab' Pascakematian Seorang Wanita dalam Tahanan, 5 Demonstran Tewas
NetBlocks, sebuah kelompok pemantau internet yang berbasis di London, mengatakan Iran sekarang tunduk pada pembatasan internet paling parah sejak protes kekerasan November 2019 atas kenaikan harga bensin yang tiba-tiba.
Gelombang protes baru-baru ini telah meluas ke-80 kota di Iran, dengan setidaknya sembilan kematian dikonfirmasi oleh berbagai sumber. (PNC)