Drone Iran yang Dibeli Rusia Banyak Mengalami Kegagalan, Bikin Pejabat Rusia Sakit Kepala

- Minggu, 04 September 2022 13:23 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir092022/_1074_Drone-Iran-yang-Dibeli-Rusia-Banyak-Mengalami-Kegagalan--Bikin-Pejabat-Rusia-Sakit-Kepala-.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ilustrasi: Drone buatan Iran.

WASHINGTON (Pesisirnews.com) - Meski militer Rusia memiliki persediaan drone pengintai yang relatif besar, namun pemerintah Rusia merasa perlu menambah jumlah pesawat nirawak ini untuk keperluan operasi militernya di Ukraina.

Rusia diketahui membeli cukup banyak drone buatan Iran. Pengiriman pertama drone militer Iran dilaporkan telah berangkat ke Rusia bulan lalu.

Melansir nationalinterest.org Minggu, transfer drone dari Iran ini dimaksudkan untuk membantu meringankan defisit industri pertahanan Rusia yang meningkat dalam serangan drone, yang diperburuk oleh kekurangan komponen akibat sanksi Barat.

Pengiriman kendaraan udara tak berawak Mohajer-6 dan Shahed-129/191, yang dapat melakukan serangan serta misi pengawasan, diharapkan menjadi yang pertama dari serangkaian pengiriman drone Iran ke Rusia.

Seorang pejabat keamanan Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada Washington Post bahwa kesepakatan itu dinegosiasikan oleh Brigjen Seyed Hojjatollah Qureishi, kepala departemen pasokan dan logistik Kementerian Pertahanan Iran, dan atase militer Rusia di Teheran.

Pejabat AS dan sekutu menilai awal bulan lalu operator Rusia telah menjalani pelatihan di Iran tentang cara menggunakan drone baru. Pakar Iran sebelumnya melakukan perjalanan ke Rusia untuk membantu mengatur sistem, menurut Post.

Pejabat AS mengatakan pesawat kargo Rusia yang membawa setidaknya dua jenis kendaraan udara tak berawak berangkat dari Iran pada 19 Agustus, menurut sebuah laporan oleh Washington Post.

[br]

Namun pejabat AS mengatakan bahwa drone buatan Iran tersebut banyak mengalami masalah teknis dan kegagalan selama tes yang dilakukan oleh pejabat militer Rusia.

“Ada beberapa bug dalam sistem,” kata seorang pejabat AS kepada Washington Post.

Dia menambahkan bahwa kegagalan dalam pengujian drone Iran itu membuat pejabat militer Rusia “sakit kepala”.

Gedung Putih memperingatkan pada bulan Juli bahwa Iran sedang bersiap untuk mengirim beberapa ratus drone militer ke Rusia.

Para pejabat AS menilai bahwa Iran juga dapat membantu Rusia menghindari sanksi Barat sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih luas antara kedua negara untuk memperdalam hubungan keuangan mereka.

Politico melaporkan pekan lalu bahwa Teheran bisa masuk ke dalam pengaturan "swap" dengan Rusia, mengimpor dan memurnikan minyak mentah Rusia untuk keperluan domestik sementara menjual jumlah yang setara dari minyak mentah di kapal tanker Iran atas nama Rusia.

Jika pemerintahan Biden berhasil memperbarui kesepakatan nuklir Iran yang ditinggalkan oleh mantan Presiden Donald Trump pada 2018, minyak Iran yang diekspor di bawah skema potensial ini akan dibebaskan dari sanksi. (PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

International

Bupati Herman Lepas Pawai Ta’aruf, MTQ Kecamatan Pelangiran Jadi Momentum Syiar Islam dan Lahirkan Generasi Qur’ani

International

Ekonomi Warga Ikut Tumbuh! Ini Langkah Kapolsek Pelangiran

International

Polsek Pelangiran Turun ke Lahan, Tanam Jagung 1 Hektare Dukung Swasembada Pangan 2026

International

Polsek Pelangiran Ungkap Kasus Sabu, Dua Buruh Kontraktor Diamankan

International

Tutupi Dugaan Pelesiran Dirut PLN Bersama Keluarga ke Australia, Ketum IWO Minta PLN Jangan Lakukan Pembohongan Publik

International

Perairan Indonesia Berpotensi Alami Gelombang Tinggi hingga 4 meter, Masyarakat Perlu Waspada