Tragis! Tiga Pria Bersaudara Naas Digigit Ular, Dua Tewas Selang Sehari dan Satu Kritis

- Sabtu, 06 Agustus 2022 10:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.pesisirnews.com/photo/berita/dir082022/_125_Tragis--Tiga-Pria-Bersaudara-Naas-Digigit-Ular--Dua-Tewas-Selang-Sehari-dan-Satu-Kritis.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/pesisirnews/public_html/amp/detail.php on line 170
Ilustrasi: Ular krait (Bungarus caeruleus). (Kredit via Alamy)

NEW DELHI (Pesisirnews.com) - Tiga pria bersaudara yang terdiri dari dua orang bersaudara kandung dan seorang kerabatnya mengalami nasib naas jadi korban gigitan ular berbisa di India.

Malangnya, dua dari tiga pria tersebut tewas akibat bisa ular yang meracuni tubuh mereka hanya berselang sehari. Mirisnya lagi, kedua pria yang tewas tersebut merupakan saudara kandung.

Melansir Daily Star, Sabtu, polisi setempat mengungkap kronologi peristiwa bermula saat Govind Mishara (22) dan kerabatnya Chandrashekar Pandey (22), berkunjung ke Desa Bhawanipur yang berjarak 80 kilometer dari kota Ludhiana, tempat tinggal mereka untuk menghadiri upacara kematian Arvind Mishra (38) yang tewas oleh gigitan ular berbisa.

Arvind Mishra yang merupakan abang kandung Govind Mishara tewas akibat gigitan ular yang diperkirakan berasal dari ular krait (Bungarus caeruleus) pada Selasa.

Saat Govind dan Chandrashekar bermalam di desa tersebut pada Rabu, nasib naas menimpa mereka berdua. Govind Mishara dan Chandrashekar Pandey juga terkena gigitan ular berbisa kuat saat keduanya tengah tidur .

Akibat gigitan ular itu, nyawa Govind Mishara tak dapat diselamatkan.

"Govind tewas setelah digigit ular saat tidur. Salah satu anggota keluarga mereka lainnya, Chandrashekar Pandey, yang berada di rumah yang sama juga digigit ular. Chandrashekar dilarikan ke rumah sakit di mana kondisinya masih kritis," ungkap petugas polisi tersebut.

Kejadian itu tentu semakin menambah duka keluarga korban, di mana hanya berselang sehari mereka kehilangan dua anggota keluarga yang tewas terkena gigitan ular berbisa.

[br]

“Pembunuh Selamat Malam”

Sebagai informasi, gigitan ular merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian di India. Lembaga survei India beberapa tahun lalu mencatat korban tewas akibat gigitan ular sebanyak 46.000 kematian per tahun.

Meski menakutkan, ular dilindungi di bawah Undang-undang perlindungan satwa liar 1972, jadi membunuh ular adalah pelanggaran hukum di India.

Apabila masyarakat India menemukan ular dan takut dengan bahayanya, maka mereka harus menghubungi Departemen Kehutanan untuk mengevakuasi ular tersebut.

Sedangkan ular krait yang diperkirakan membunuh dua kakak beradik itu merupakan jenis yang dianggap sebagai spesies ular paling berbahaya di India.

Racunnya sebagian besar terdiri dari neurotoksin kuat yang menyebabkan kelumpuhan otot. Ular ini mendapat julukan ‘pembunuh selamat malam’ karena sering masuk ke rumah dan memanjat tempat tidur di malam hari. (PNC)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

International

Oknum Anggata Polisi Hantam Ibu Kandung Dengan Tabung Gas Elpiji Hingga Tewas

International

Gagal Ramalan Kiamat Tgl 29 Juni 2024 Peramal India Kushal Kumar Merubah Prediksi 10 Agustus 2024

International

Viral Di dunia Maya, Paranormal India Prediksi Kiamat 29 Juni,Tanggapan Warganet "Tunggu Dulu Dong Utang Belum Bayar"

International

Pria Hidung Belang Tewas Saat Berhubungan Badan Dengan PSK

International

Dua Jenderal di Sudan Berperang Jelang Idulfitri, Ratusan Warga Sipil Tewas, Ribuan Terluka

International

Naas, Ibu Muda Kehilangan Nyawa setelah Jatuh dan Tenggelam di Sumur Rumahnya